Thursday, January 24, 2013

BEHAVIOR ( KEBIASAAN )

Minggu # 2

Minggu ke-2 untuk kelas Distance Learning. Tetapi sudah menjadi minggu ke-3 di kelas B. Tugas tidak sebanyak seperti minggu pertama. Tentu ini memberi ruang bagiku untuk bernafas. Maklum, aku juga sedang memepersiapkan event bersama temen-temen Indonesian Worker's Art and Cultural exhibition yang waktunya semakin dekat. Namun demikian, aku masih bisa membagi waktu meski malam - malam istirahatku semakin berkurang.

Ada kebiasaan lamaku yang banyak menolong dalam tugas - tugas minggu ini. Sejak aku membeli Camera saku beberapa yang lalu, aku suka jepret apa saja yang menurutku bisa jadi inspirasi. aku ga peduli entah itu dipasar, dijalan, di mall atau dimana saja. Aku hanya berfikir, suatu hari pasti adamanfaatnya. Lebih jauh aku berfikir, bisa jadi suatu saat bisa jadi referensi ketika aku sudah pulang ke Indonesia dan memiliki usaha sendiri. Hongkong memang sumber inspirasi usaha yang menakjubkan.


"KEJORA"  Toko Souvenir


Foto ini aku ambil beberapa bulan lalu, sebelum kelas Distance Learning ada. Foto ini menyelamatkan pada tugas kelompok " Inovasi dan Bisnis Retail ". Dari ide teman - teman KEJORA ternyata bisa disambungkan benang merahnya dengan foto ini. Meski agak gedubrakan, karena tugas dan diskusi di kerjakan di ujung batas turn in ( kebiasaan ini harus di hapus !!! Jangan ditiru ya teman - teman.... heheheheh...... ), alhamdulillah berakhir dengan indah di detik terakhir.

Aku juga membiasakan diri mencatat point - point penting setiap kali membaca materi. Ini sangat membantuku ketika mengerjakan soal Quiz atau sedang diskusi via skype. Jadi aku ga harus lari dan bolak - balik buka materi.

Sampai di minggu ke-2 ini aku jadi lebih banyak belajar segala sesuatu. Lebih jeli melihat sekeliling, lebih gampang mengelurkan uneg - uneg dalam bentuk tulisan ( biasanya uneg - uneg cumo ngendon di dalam hati, atau jika kutulis di buku pasti ga da ujung pangkale ), lebih percaya diri dan menerima perbedaan sebagai warna yang memperindah cerita, bukan sebaliknya yang menjadi racun perpecahan.


Display toko rapi dan bersih

Sunday, January 13, 2013

CERITA MINI


MINI  DILAMAR...........????


Umur 26 tahun.
Pada saat umur segitu dan belum menikah, pertanyaan apa yang paling menyebalkan......???

" Anakmu sudah berapa ? "

Laah.....!! Jangankan anak, menikah saja belum. Punya pacar juga tidak. Menyebalkan bukan ? Itu juga yang di rasakan Mini, gadis manis berlesung pipit yang senyumnya bikin emprit  menjerit- jerit. Entah berapa puluh kali emak menanyakan perihal jodoh Mini yang tidak kunjung datang.

" Apa sih, nduk yang kamu cari. Itu lihat si Siti anaknya sudah 2 dan sekarang katanya sudah nyidam lagi " kali ini Emak berkata dengan mrengut. 

 Mini yang asyiek  membaca majalah di di amben teras belakang, di samping pintu dapur hanya berdehem - dehem. Mini paling senang duduk di situ, ditemani angin sepoi dari beberapa pohon mangga di kebun belakang rumahnya. Ada aroma melati menguar di udara. Tak jauh dari tempat Mini memang ada sederet melati yang di jadikan pagar hidup sekaligus penghasilan tambahan untuk Emak. Sekeliling rumah Mini  memang di penuhi melati untuk diambil bunganya. Tiap pagi emak mengambil kuncupnya kemudian di jual ke Bu Dewi sebagai pengepul melati sekaligus tukang rias temanten. Lumayan untuk menambah uang dapur Emak. Tiap hari bisa dapat 2 - 3 kg melati segar. Harga bunga melati kuncup segar Rp. 20.000,- / kg dan jika musim manten bisa sampai Rp. 30.000,- / kg. Bahkan pernah sampai Rp. 60.000,-/kg jika permintaan tinggi sementara stock tidak ada. Biasanya pada masa itu bunga melati susah berbunga.

" Mak malu Min.... Masak anak Emak yang ayu di bilang tidak laku " suara Emak kali ini lebih rendah.
" Kenyataannya kan memang begitu, Mak. Belum ada jodoh, mau apalagi " sahut Mini pelan seolah bergumam untuk dirinya sendiri.
" Mosok tidak ada yang nyantol satupun di hatimu,nduk ? Temanmu laki - laki kan banyak to...???

Mini tidak menjawab. Sementara Emak masih gemreneng sendirian sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyesak setiap kali Emak mengungkit masalah jodoh. Bukan Mini tidak mau, banyak lelaki yang mencoba meraih hatinya tetapi Mini belum merasa sreg di hati. Bukan harta, status, jabatan atau keelokan rupa yang Mini cari. Entahlah, Mini merasa memang belum ada yang terasa nyaman dihatinya.

                                                                         *****

Pagi ini Mini berjanji akan bertemu dengan Yani, teman SMP Mini yang kini sudah sukses menjadi bisnis women di kota. Yani pulang ke kampung dalam rangka syukuran bapaknya yang baru pulang dari naik haji. Bapak Yani berangkat haji juga atas biaya dari Yani. Kadang Mini iri dengan kehidupan dan nasib baik Yani. Padahal kalau dipikir, Yani dulu waktu SMP biasa saja. Bahkan sering minta diajari PR sama Mini. tetapi sekarang lihat, apa yang kurang dari Yani. Semua hal sudah dimilikinya. Cantik, kaya, pintar, sukses,  sudah bersuami dan punya anak. Di banding dengan Mini yang hanya guru SD, wooouw.... !!! Bagai langit dengan bumi jalan hidup Mini dan Yani.

Yani datang menjemput Mini di rumah tepat ketika Mini telah siap. Mobil Avanza merah itu seolah mewakili kelas Yani sebagai pengusaha wanita yang sukses dan pas dengan pembawaannya yang blak-blak-an. Jauh berbeda dengan Yani yang dulu, pemalu dan posesif.

" Sudah siap bu guru ? " Kata Yani sambil melirik arloji perak dengan merk ternama. Dasar pengusaha, batin Mini. The time is money !!
" Sudah, bu " jawab Mini dengan senyum manis. " Sebentar saya pamit sama Emak"

Tak lama Mini masuk kedalam rumah dan keluar lagi bersama Emak. Buru - buru Yani menyalami Emak.

" Apa kabar, mak ?? Sehat njieh....?? "
" Alhamdulillah, sehat dan waras. Ini mau kemana toh...?? Aduuh, maaf... Emak kok jadi lancang, he he he he...." Emak malah terkekeh - kekeh. Merasa lucu dengan perkatannya sendiri.
" Mau nyariin jodoh buat bu guru,Mak " seloroh Yani sambil melirik Mini. Yang dilirik langsung mendelik.
" Yo wis,kebeneran. Buruan berangkat. Nanti jodohe dicaplok macan loh " Ujar Emak tak mau kalah.
" Hutan kaliiiii..... Ada macan " Mini brsungut - sungut, sementara Yani ngakak dan Emak terkekeh - kekeh. Ada gurat bahagia dalam tawa Emak. Hati Mini miris. Mini tau, Emak sudah sangat ingin melihat Mini bersanding mesra di pelaminan. Mini jadi ingat sebuah lagu kasidah dan itu membuat Mini tersenyum sendiri, meski dalam hati saja.

Duhai senangnya pengantin baru.....
Duduk bersanding bersenda gurau.....
Bagaikan raja dan permaisuri.....
Tersenyum simpul bagaikan bidadari.....
Duhai senangnya, menjadi penganten baru......

                                                                  ******

Mobil Avanza merah milik Yani berhenti di warung lesehan. Terpampang poster besar di halaman dengan warna yang mencolok. Warna merah, kuning dan hitam mendominasi, mewakili warna lapar. Warung Lesehan " The Joglo", menyediakan ayam panggang, ayam bakar, ayam penyet, ikan bakar, tempe bakar dengan sambal mentah "mak nyoss". Mini tersenyum dalam hati. Poster yang menarik. Tulisan sambel mentah 'mak nyoss' di tulis dengan huruf besar dan lebih menonjol. Pasti ada yang menarik dengan sambalnya. Hmmmmm......

Belum selesai Mini menganalisa dalam hati, Yani sudah menarik lengannya. Setengah menyeret Mini untuk segera masuk ke dalam rumah berbentuk joglo dengan ruangan terbuka tanpa dinding. Sama seperti rumah Joglo pada masa lampau. Sepertinya pemilik warung lesehan mempertahankan bentuk dan arsitektur aslinya. Wangi cendana myeruak harum, membuat badan dan fikiran rileks seketika. Untuk hal satu ini, Mini langsung acung jempol buat pemilik lesehan.

" Gimana, bu...." tanya Yani sambil menyeruput lemon tea-nya.
" Keren....!! Ajieb makanannya. Asyiek tempat dan suasana " jawab Mini jujur.
" Ini tempat paling aku suka jika galau melanda ".
Mini melirik sekilas pada Yani. Mencoba mencari celah dalam mata bening Yani. Adakah sesuatu yang membuat galau Yani itu terlihat disana ? Tapi Mini tak mampu mencernanya. Mini diam, menunggu Yani melanjutnya kalimatnya. Mungkin sebuah curhat kepada sahabat....??
" Tapi sekarang tidak sedang galau kan, bu.....?? " canda Mini memecah keheningan.
" Sedikit ".
" Kok...?? ".
" Aku galau karena kamu masih juga belum menemukan jodoh. Aku sudah mau dua ne, bu " ujar Yani sewajarnya sambil menunjuk perutnya.
" Masak...?? sudah berapa bulan...?? Selamat ya,bu.....!! " jawab Mini beruntun dan surprise.
" Masuk bulan ke-3 "

Obrolan 2 sahabat lama itu mengalir seperti air. Kadang cepat, kadang lambat. Terkadang ada tawa, kadang ada airmata haru jika sudah bercerita hal - hal yang mengharukan. Menelusuri satu per satu teman - teman di masa lalu. Mulai dari masa kecil yang culun, remaja yang konyol sampai pada kisah percintaan yang romansa bahkan yang gila.  Masa boleh saja berganti. Warna baju boleh tidak sama. status sosial bisa saja berbeda. Tetapi persahabatan akan terus langgeng selama hayat dikandung badan. Oh indahnya persahabatan......!!!

Sampai di ujung cerita......

" Bu, maukah engkau jadi penyiar radio di SWARA Fm.....?? "
" Radio terkenal itu, bu ....?? " tanya Mini tak percaya.
" Aku tahu kamu punya talenta disitu. Radio itu punya saudara suamiku. Jika kamu mau, masukkan CV-mu dan langsung  bisa masuk. Aku rekomended " jelas Yani panjang lebar.
" Segampang itu.....?? " Mini masih tak percaya.

SWARA FM adalah radio ternama di kota Jogja. Tidak sembarang orang bisa masuk apalagi jadi penyiar disana. Mimpi saja Mini tidak pernah, walaupun ingin banget.
" Karena aku tahu kapasitasmu dan kamu mampu. Mau tidak....?? "
" Jika menurutmu aku mmampu. Siap grakk......!! "
" Wkkkkwkwkwkwkk..... Kau tidak pernah berubah,bu... Masih penuh semangat seperti dahulu "
" Mini teaaakkkk....... wkwkwkwkwkw......"
Yani dan Mini tergelak dalam canda. Sekali lagi, oh indahnya persahabatan.....

                                                                   *******


"Maaaaakkkkkk........... !!!! "
Baru sampai pintu depan, Mini sudah teriak pake full volume. Emak yang sedang melipat baju, tergopoh - gopoh menuju pintu disertai raut penuh tanda tanya.

" Ada apa to, nduk....?? Anak gadis teriak - teriak, ga elok  loh....." songsong Emak masih dengan raut bingung.

Mini yang sedang gembira langsung menubruk Emak. Nyosor pipi Emak yang sudah mulai keriput karena usia. Mmmmmmuaaaccchhhh.....!!! Mini menciumi Emak berkali - kali, membuat Emak makin bingung.
" Kesambet opo kamu cah ayu....?? "
" Mini dilamar, Maaakkkk....."
" Di lamar.......??? Beneran.....?? " mata Emak sampai membulat karena tidak percaya. Mini mengangguk mantap.
" Iya, Mak.... Mini di lamar... tapi ceritanya besok saja ya... Mini mau sholat terus da beberapa hal yang harus Mini kerjakan. Jangan ganggu Mini ya... Oh, ya... Minj sudah makan, jadi Emak tidak usah khawatir " Mini nyerocos saja seperti mobil yang baru di isi bensin. Kemudian berlalu begitu saja, meninggalkan emak yang berdiri seperti patung karena bingung.  Begitu Emak bisa mencerna kalimat - kalimat Mini, langsung terucap syukur dari mulut Emak. Airmata bahagia menetes pelan tanpa bisa dicegah oleh Emak.
" Syukur Alhamdulillah duh Gusti Kang Maha Agung " puji syukur Emak tak henti.


Kokok ayam masih bersahutan. Kabut tipis masih melayang - layang menyisakan hawa dingin yang semriwing. Embun masih menempel di daun - daun dan Subuh baru saja berlalu. Tapi Emak sudah sibuk di dapur. Mini yang mau sholat subuh jadi merasa heran. Biasanya Emak habis solat subuh nderes ngaji dahulu. Lah ini kok sudah sibuk di dapur. Ada beras yang sudah direndam kunyit. Ada ayam jago yang di kurung di sudut dapur.

" Da apa ini, Emak.... ?? " tanya Mini tak habis fikir.
" Emak mau bikin nasi kuning buat syukuran " jawab Emak sambil menanak beras yang sudah di rendam kunyit ke dalam rice cooker.
" Dalam rangka apa.... ??"
" Syukuran untuk kamu, nduk "
" Kok untuk Mini..... ?? "
" Lah kamu kan mau di lamar. Ya wajib disyukuri to. Emang seneng sekali loh...!! Siapa to cah bagus yang beruntung itu, ayo cerita sama Emak " kata Emak sumringah.
" Loh, siapa yang dilamar siapa.... ?? " Mini masih tidak nyambung omongan emak.
" Kamu sendiri semalam yang bilang. Katane kamu dilamar....." Emak menekankan kalimatnya.

Mini langsung tepuk jidat 12 kali.

" MahsyaAllah... Mini dilamar jadi penyiar radio,Emak. Bukan dilamar cowok "
" Whaaattttt's.......??? "

Gubraaaaaaakkkkkkkssss......!!!!
Emak sukses pingsan di pagi hari, setelah waktu subuh, senyampang kabut tipis masih melayang - layang, bersama embun yang masih menempel di dedaunan dan sebelum matahari memancarkan sinarnya ( bersambung ).



Saturday, January 12, 2013

DISTANCE LEARNING

Minggu # 1

" HOK HOUTO YE " 
( Belajar Banyak Hal )


07 Januari 2013

Kelas PER ( Pengantar Entreprenuer Ritel ) Batch 2 yang di selenggarakan oleh Universitas Ciputra resmi di buka. Kelas Distance Learning ( Pembelajaran Jarak Jauh ) ini di ikuti oleh 78 mahasiswa yang berasal dari 4 negara berbeda, yaitu Indonesia, Hongkong, Malaysia dan Korea selatan. Senang rasanya bisa belajar, brdiskusi dan berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang karakter, pendidikan yang berbeda melaui dunia maya bernama internet. Tujuannya tentu saja untuk membakali mahasiswa didiknya untuh lebih memahami apa itu Jiwa Entreprenur dan penerapannya dalam dunia usaha.

Aku berada di kelas B dengan 25 mahasiswa lainnya. Uniknya pembelajaran ini karena kita bisa membawa serta keluarga ( bisa ayah, ibu, kakak, adik, suami ) duduk dan belajar bersama dalam kelas. Dalam kelas reguler, mahsiswa dampingan seperti ini biasa disebut mahasiswa Sit-In. Ada rasa yang tak sama ketika kita belajar dan berdiskusi dengan keluarga dalam satu kelas, punya visi yang sama, meski di tempat yang berbeda. Internet mampu menghapus jarak menjadi hampir tak ada.

Kelas resmi memang baru dibuka. Tetapi kelas B, kelas dimana aku belajar sudah nyolong start sejak tanggal 03 Januari 2013. Ini karena dosenku Pak Teddy yang super aktif dan penuh semangat. Jujur, aku senang sekali, jadi meng-upgrade semangatku.

Tetapi.......???
Mahsyaallah......!!!
Sederet materi dan tugas mak brehhkk, datang bertubi-tubi. Duh, Gusti.....! Bagaimana aku membagi waktunya, antara pekerjaan "mbabu", membaca materi, mengerjakan tugas dan tanggung jawabku sebagai koordinator bazar di event " Indonesian Workers Art and Cultural Exhibition". Satu event untuk mengusung budaya,seni dan kreatifitas kami BMI ( Buruh Migrant Indonesia ) di Hongkong pada tgl 27 Januari 2013.

Minggu # 1
Ada 6 tugas dari Pak Teddy dan 3 dari pak Nur. Aku sempat stress dan jatuh sakit. Malam-malamku kurang istirahat, tidur 4-5 jam saja. Ternyata aku tidak sendirian. Teman-teman di kelas B juga merasakan hal yang sama. Dosen gila.....!!! Sempat aku berfikir begitu. Tetapi, setelah aku berinteraksi dengan pak Teddy lebih intensif, aku jadi mengerti. " Jadi entreprenuur itu ga gampang. Banyak susahnya. Harus berani capek,lelah dan yang tidak enak-enak. Terima hasilnya juga harus bisa kelola, supaya ga amblas itu duit usaha".

Ah, jadi malu,pak.....ha ha ha....

Aku mengambil sisi positifnya saja. Pak Teddy pasti ingin memberikan yang terbaik. Meski jetlag / kaget itu masih terasa, aku tetep semangat 45. Terasa berat pada awalnya, tetapi akan menjadi ringan jika sudah biasa dan menjadi indah pada waktunya. Aku jadi belajar bagaimana memanajemen waktu, memprioritaskan mana hal  yang memang harus di dahulukan. Tekanan ini membuatku "HOK HOUTO YE" ( belajar banyak hal ). Jadi makin kompak dengan groupku KEJORA, juga warga kelas B karena keharusan diskusi dan tugas-tugas ini.

Meski begitu, sedih juga karena ketua kelompok KEJORA, mb Suty mengundurkan diri dari kelas disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa belajar bersama kami. Ah, mb Suty....Padahal kita sudah kompak. Semoga kau dapatkan yang terbaik. KEJORA tak lengkap tanpamu.  Tapi apa daya, study must go on. Tetap semangat semuanya.......Kayauuuuu......!!!!

KARYAKU



" JATUH CINTA PADA MONTE OH MONTE "


Apa tujuanmu merantau ke luar negeri kawan.......????
" Cari duit.....!!! " jawab temenku.
" Selain itu apalagi.....??? " tanyaku.
" Enggak mau di jodohin sama ortu "
" Suamiku selingkuh, jadi mending ke Luar negeri saja daripada eneg ".
" Streeessss, di tinggal pacar kawin ".
" Mau sekolah...!! di Indonesia ga da biaya, mbak ".

Beberapa alasan itulah yang disampaikan teman-teman ketika aku bertanya soal tujuan merantau ke luar negeri. Kebanyakan memang karena himpitan ekonomi, maklum di indonesia susah banget cari kerjaan.

Begitu pula dengan aku. Merantau ke Hongkong tidak pernah terlintas dalam benakku. Tetapi alasan ekonomi dan impian membuatku nekat pergi ke negeri beton ini. Berharap dapat mewujudkan mimpiku punya peternakan kelinci, rumah kreatif dan educatif. Dengan berbekal ridho cintaku ( meski debgan berat hati dan perdebatan yang panjang ) ku langkahkan kakiku menuju negeri beton. dengan catatan, aku harus memanfaatkan kepergianku bukan hanya mencari duit semata tetapi juga mencari ilmu, ketrampilan dan mengembangkan diri untuk menambah bekal pulang nanti demi mewujudkan impianku.

Begitu aku dapat kesempatan libur, aku berburu ilmu kemana-mana. Berawal dari Taman Nam Choeng Kai, Sham Shui Po aku membuat kerajinan kruistik untuk mengusir sepi dan rindu pada keluarga di tanah Air. Taman ini tempat faforitku selama masa potongan. Maklum, belum punya duit dan belum banyak teman.

Suatu hari, di bazar kerajinan di Victory Park, Couswybe aku melihat ada kerajinan dari monte atau manik-manik. Aku langsung JATUH CINTA pada pandangan pertama. Langsung aku melamar pada bu gurunya, mb Ruby untuk menjadi muridnya. Karya pertamaku aneka gantungan kunci berbentuk apel, jeruk, dan strowberry. Masih jelas ingatanku, ketika membuat Hello Kitty, butuh 5 hari untuk menyelesaikannya. Aku hampir menyerah, tetapi cinta ( sebutan untuk mantan pacar ) terus support.

" Masak gitu wae ga bisa, neng. Ayah sambil merem aja bisa. Cemen ah....." itu kata-kata ejekan cintaku.

 Karena itu aku makin semangat. Sampai jam 2 pagi, akhirnya kepala hello kitty-ku tidak peyang lagi. Waah, senengnya aku.......Ternyata aku bisa. Mematahkan ketidaktelaten-ku sendiri dengan mencoba, mencoba dan tidak menyerah. Dan ternyata tidak sulit asal kita mau berusaha.

Cintaku semakin menjadi pada monte oh monte. Hari- hariku tidak lagi dipenuhi airmata karena kangen keluarga. Aku punya kesibukan lain, selain memikirkan mereka dan meratapi keadaan. Hidupku jadi berwarna, menjadi ceria bersama monte oh monte dan sahabatku Danik yang juga suka kerajinan. Dari monte ini juga aku belajar ketekunan, ketelitian dan kesabaran. Bersama monte aku punya banyak teman, belajar marketing dan jadi tau wira usaha. Dengan monte juga aku bisa di panggil bu guru, berbagi ilmu menularkan ketrampilan dan pengetahuan. Oh, indahnya berbagi.....

Ini awal karyaku yang akhirnya membawaku pada karya-karya yang lainnya.....So, mana Karyamu, kawan........????


KELINCIKU

" MY DREAM "


Apa yang ada di benak anda jika membayangkan, melihat dan menyentuh kelinci.....???

Kelinci itu binatang imut, lucu, lincah dan ngegemesin. That's Right !! Siapa saja pasti suka melihat tingkah polahnya. Tapi tahukah anda, jika kelinci menyimpan potensial yang besar untuk usaha jika di budidayakan secara tepat guna....??

Kenapa demikian.....??

Ya, karena dari semua yang ada di kelinci memiliki nilai ekonomis. Mulai dari daging untuk konsumsi, kulit untuk kerajian, kotoran untuk pupuk kompos dan urine sebagai pengganti obat semprot hama tanaman. Jadi tidak ada sedikitpun yang terbuang dari si binatang imut yang di sebut juga binatang play boy ini.

Ada berbagai jenis kelinci yang bisa di kembangkan. Saat ini yang populer di kembangkan di Indonesia adalah kelinci jenis New Zeland white / Australia ( orang jawa menyebutnya Troli ), Flamish Giant, Rex, Anggora, Dutch, Shatin, Dwarf Hotot, Holand Lop.

Aku memang pernah merasakan manisnya beternak kelinci. Bermulai dari 3 ekor kelinci indukan hingga akhirnya menjadi puluhan ekor. Dari semua itu, aku belum pernah jual 1 ekor-pun keluar kandang. Selalu habis di kandang baik untuk pembibitan anakan atau indukan. Bahkan orang harus inden dulu untuk mendapatkan bibitan yang di inginkannya. Sehari-hari bergelut dengan kelinci, nyari pakan, menemui tamu yang bertanya atau sekedar lihat-lihat begitu menyenangkan. Atau studi banding ke peternakan lain, jadi menambah wawasan dan saudara. Semua terasa begitu menyenangkan !! Masih tercetak jelas dalam ingatanku hari-hari bersama si imut kelinci ( membayangkannya selalu membuatku tersenyum ).

Budidaya kelinci masih menjadi impian terbesarku. Semoga ada jalan supaya aku suatu hari bisa mengembangkannya menjadi peternakan yang educatif, seperti di Lembang, Bandung yang jadi pusat budidaya dan informasi kelinci.

Ini mimpiku.....Apa mimpimu kawan.....??? InsyaAllah akan ada jalan jika kita mau berusaha keras. Jangan takut bermimpi, karena dengan mimpi ada harapan dan semangat dalam hidup kita. Go go go.....!!!