Sunday, July 21, 2013

FAMILY

CEMPLOK OH CEMPLOK

********


Hati ibu yang mana yang tak teriris tatkala harus meninggalkan buah hatinya. Apalagi masih balita yang tentunya membutuhkan lebih dari sekedar materi. Oh, aku kira anak tak akan mengerti arti materi / uang. Karena anak  lebih membutuhkan kasih sayang, sentuhan dekapan dan belaian ibunya, sampai kapan-pun. Sampai ia dewasa dan menjadi ibu sekali-pun, peran ibu tetap di hatinya. Aku baru memahami hal ini ketika aku juga menjadi seorang ibu.

Perih, luka, tercabik !
Perasaan bersalah dan perasaan tak tentu lainnya mengiringi kepergianku ke negeri beton, Hong Kong. Meninggalkan buah hatiku, my Cemplok Violetta Kanaya Tirta ( biasa di panggil Io - baca Iyoo ) di usianya yang baru 14 bulan, di kampung halaman bersama ayahnya yang aku tahu juga  tak kalah pilu. Usapannya yg lembut di pundakku, genggaman tangannya yang hangat, tatap matanya bicara banyak hal, menguatkan langkahku karena kita sama-sama tak bisa bicara saat perpisahan itu terjadi. Dengan alasan meraih asa, sejuta harapan akan perubahan kehidupan lebih baik. Bismillah, kukuatkan hati meski sesak itu menyesak, meski air mata tak hentinya mengalir. Puiiiffttt ! Remuk redam seluruh jiwa raga!

Jangan ditanya malam-malam pertama jauh darinya ? Angin jadi saksi setia. Malam menyisakan sepi dihati. Langit kamar menjadi lukisan kerinduan. Pokoknya sensitif dan lebay banget dech. Yakin, ini pasti dirasakan oleh semua ibu yang ada di negeri beton.

Herannya, makin hari makin banyak ibu yang meninggalkan anaknya demi kesejahteraan lebih baik !
Negeri orang lebih menggiurkan dari negeri sendiri. Maka anak-anak tumbuh besar tanpa ibunya. Janji 2 tahun, bertambah 4 tahun, molor 6 tahun, jadi 8 tahun bahkan sampai anaknya sudah menikah, punya anak lagi dan si anak yang sudah menikah menyusul ibunya dengan alasan yang sama pula. Tentu saja aku tidak menyalahkan mereka. Ada beragam faktor yang memepengaruhinya. Alasan kenapa kami para ibu rela disini, meninggalkan suami dan buah hati di kampung. Alasan memperbaiki ekonomi keluarga, pendidikan ( di luar negeri terutama di Hong Kong akses pendidikan jauh lebih mudah dengan fasilitas yang memadai ), social-budaya ( budaya kawin muda ), patah hati, tergiur tetangga yang sudah sukses dan cerita tentang glamoritas Hong Kong menjadi magnet yang luar biasa hebat. Maka dari tahun ke tahun, naiklah angka pemberangkatan TKI ke luar negeri, termasuk ke Hong Kong.

Inilah hidup kawan...
Mau tidak mau...
Rela tidak rela....
Resiko atas pilihan...

Sekarang my cemplok genap berusia 5 th. Alhamdulillah sudah mau sekolah. Sebelumnya selalu mengancam " tidak akan sekolah sebelum ibu dan tante Evi ( adikku ) pulang ". Susah payah kami membujuknya, tetapi tetap kukuh pada pendiriannya. Ujungnya ngambek, hdweehhh...


Ceria bermain
* Puisi untuk Cemplok!

Terik menyengat kulit
Hujan membasuh bumi
Air mata membanjir kala rindu itu menggoda
Do'a,
Selaksa do'a untukmu disana
Cepat besar engkau, nak
Senyummu adalah matahari ibu
Tawamu adalah penawar luka
Tangismu adalah rindumu pada ibu
Nak,
Janji ibu tak akan lama
Benar-benar tak akan lama
Waktu adalah fatamorgana
Sampai nanti kita bersua
Nak,
Peluk cium ibu biar dibawa udara
Menghantar sepenuh cinta
Sungguh tidak akan lama
Sebentar lg bersua
Promise !

Hong Kong, 21/7/2013
 


Mewarnai

Bersama teman

Bersama kak Jihan





Saturday, July 20, 2013

CURHAT

The Best Moment


Setiap orang pasti punya the best moment dalam perjalanan hidupnya. Masalahnya, pernahkah kita ingat, mengenang the best moment selama 5 tahun terakhir ini ?

Bagiku, setiap hal adalah moment indah yang membuat hidupku lebih berwarna. Dan aku bersyukur atasnya, menikmatinya meski kadang sangat menyakitkan dan terpaksa harus mengurai air mata. Aku percaya, haqqul yakin bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.


Ini The Best moment saya selama 5 th terakhir :
1. Get Merried ( 2007 )
Mendapatkan seseorang sebagai soulmate secara tiba-tiba, tanpa diminta dan pas dalam segala lini adalah anugerah terindah. Meski prosesinya sederhana tapi sakral and the best moment ! I love u, Cinta !

2. Get  A Beautiful Baby ( 2008 )
Mendapat amanah seorang baby cantik berkelamin cewek, sesuatu yang alamiah bagi seorang wanita namun tetap saja amazing. Ketika ia tumbuh dalam rahimku, berkembang, kemudian menendang, lahir beserta pernak-perniknya, I'm love in it !

3. The play Boy Cap Kelinci
Tiba-tiba aku dan cinta ( panggilan sayang untuk suami, hmmm .. )  jatuh cinta dengan kelinci dan kami mulai membudidayakannya. Berawal dari 3 ekor kelinci saja ( 2 betina dan 1 jantan ), alhmd menajdi puluhan ekor kelinci dari berbagai jenis dan ras kelinci. The best momentnya begitu terasa saat ngarit ( menyabit rumput ), berbagi tentang cara memelihara kelinci, pameran kelinci, silaturrohmi ke sesama peternak dn menjadi pembicara di beberapa acara yang diadakan paguyuban kelinci wilayah Ponorogo.

Mandiri Sahabatku
Kemudian nasib melemparku ke negeri beton, Hong Kong. Setiap hal menjadi best moment. Teman yang jadi saudara, berbagi makanan, tempat, ilmu, persahabatan dan persaudaraan. Pembelajaran demi pembelajaran membuatku makin dewasa. Sahabatku di Victoria Club, Pondok Buku 61, Mandiri Sahabatku, PER UCEO adalah komunitas - komunitas yang mendewasakanku dalam banyak hal. Bersama kalian selalu the best moment!.


Nah, jika biasanya the best moment itu berwujud suka cita, gembira atau bahagia, berbeda dengan temenku di media sosial facebook satu ini. Unik, seunik namanya, Satrio Elang sembodo. Usut punya usut, ternyata itu adalah nama anak lelakinya  ( terlanjur aku panggil mas, hihihii ).

Sedikit aku edit tata bahasanya, namun tidak mengurangi arti dan makna dari kisah ini :

Numpang cerita aja dech mbak Pipiet, diundang soalnya. Waktu itu th 2005, bln 8, tgl 9 pastinya hari ultahku. Seperti biasa, habis tugas rutin masak untuk makan malam, cuci piring, nah giliran mandi. Mumpung mui-mui ( sebutan untuk anak perempuan kecil ) sudah tidur sore. Acara mandi jadi berlama lama dech. Lihat jam, oh my good sudah jam 23.30 !. Kangmas pasti sudah nunggu, soalnya tadi siang sudah janjian mau telepon jam 11 malam, kebiasaan orang Indonesia ngaret waktunya he he he...  Mau nelpon di kamar tidak mungkin. Anak-anak dan lopan ( majikan ) lagi tidur. Pilihan jatuh di dalam kamar mandi aja, punya kamar mandi sendiri.  

Lampu dinyalain, jendela dibuka ! Wuiihhih,  panas banget ni malam. Apalagi jarak atap seng-nya dekat banget persis kayak sauna. Keringat bercucuran. Gila panas banget! Akhirnya kaosku ku copot, sambil pake koran untuk kipas-kipas. Acara telepon pun berjalan lancar. Gedubus alias cerita ngalor ngidul sama pacar kan tak ada bosannya ( yang sekarang jadi suami). Semakin malam kok perasaan semakin tak enak ya. Tapi, ah masa bodo! Ada kangmas di negeri Malaysia yang temeni. Cang cing cong pun trus berlanjut. 

Eh bener deh, bulu kuduk kok merinding gini yaa. Mana tiga anjing berisik pula, menggeram diluar. Pintu kamar mandi ku ketuk pelan, tok tok tok, biar anak asuhku lebih tenang. Tiba-tiba ada angin semilir gitu di leher. Hiiiii hiiiiii... ! Kok tambah berdiri bulu kudukku. Kenapa sih? Tambah lama perasaan tambah gak enak, tambah nyesek didada. Ya Allah !! Aku memekik tertahan. Dibelakangku kok ada yg memperhatikanku dari tadi. Leher kaku rasanya, mau menoleh tak bisa. Kangmas diseberang ngomong apa juga udah gak masuk ke otak. Ku ingin menoleh tapi gak bisa, ya Allah! Mau mengucap ayat-ayatMu juga tidak bisa. Kuberanikan diri menatap kaca rias yg pas bisa melihat belakangku. Astagfirullah! Akuu tak ingat apa-apa, yg ada di otakku cuman lariiiiiii...! 

Mahluk apa tadi ya Allah, pekikku tak habis fikir. Bajunya putih, rambutnya panjang dan menutupi wajahnya. Apakah itu yg dinamakan kuntilanak? Sampai kamar jantungku rasanya mau copot,. Jabang bayi, amit-amit Naudzubillah ! Kena giliranku juga melihat penampakan, tapi masak di Hong Kong?

Pagi harinya, saat ku bicarakan sama juragan dia ketawa ngakak. "Wakakakak, rasain! Makanya pacaran punya aturan jam 12 tidak tidur malah pacaran. Untung tidak mengganggumu.  Menurut orang cina hari lahirmu itu adalah hari sialmu ( heh, kurang diajar ni ndoro). Nanti malam lagi lho, sekalian minta mark six katanya".

Waahh, selamat ya mbak... ini baru the best moment!  Horoooooorrrrrr..... !!!!  Hihihihiiiiiii..... !!! ( end ) 


   
Sahabat VC

Best moment bersama sahabat !

PER Batch 2, UCEO

Friday, July 12, 2013

CERPEN

LELAKI  
DALAM  BINGKAI  JENDELA

*****************************


Hong Kong, Jum'at  ( 21 / 6 / 2013 )

Malam sudah mendekati separuhnya. Si mbok bos sudah terlelap dalam buaian malam yg pengap karena Hongkong sedang menapaki musim panas. Kipas kecil di ujung kepalaku sedikit memberikan angin meski tak mampu mendinginkan hatiku yang meletup-letup. Bikin tambah gerah saja!

"Tunggu aku disana ya, Nay" tulisnya pada inbox chat kemarin malam, sehari sebelum keberangkatannya.
"Ha ha ha... Aku kan ga kemana-mana, mas " ketikku membalas chat inboknya.  

"Aku cuma punya waktu 60 jam disana, singkat banget ya ?"

Aku hendak membalas chat-nya, tetapi kalimatnya sudah muncul duluan. 

"Sabtu bisa keluar ga ? Aku ada waktu free malam hari, kita dinner dn jjs yuuk... kemana saja kau bawa, aku ngikut dech. Kan kamu tuan rumahnya, he he he he.... ".

Mendengar tawanya yang renyah, da yang berdenyut dalam dadaku. Rasa apa ini, Tuhan? rintihku masih dalam hati. 

"Pinginnya sieh. Sayangnya ga bisa keluar. Ketemu minggu saja ya ? "  keluar juga jawabku yang dengan susah payah ku ketikkan kalimat demi kalimat.

" Hmmmm... "

Aku tahu dia kecewa. Tapi apa daya, aku hanya seorang pembantu yang mesti sendiko dawuh sama sabda pandita si mbok bos. Apalagi kondisi si mbok bos yang kuling-ling, janda dengan 2 anak. Jadi ga bisa seenaknya keluar karena ga da yang menggantikan tugasku menjaga anak - anak, kecuali si mbok bos off day. Aku sudah menyepakati semua aturannya, jadi mo panfak ! Bagiku yang penting kerja dengannya dengan sepenuh hati dan dia ( mbok bos ) mengerti kondisiku pula. Hubungan kami baik, sudah seperti kakak adik.

Riiinggggg..... Riiiinggggg.... Riiiingggggg....
Klick... klock......klick... klock ...

Jam ayam di sudut tempat tidurku menjerit. Segera kutekan tombol off-nya. Jam ayam ini otomatis akan berbunyi pada tiap jam 12 siang dan 12 malam. Setelah kupastikan off, kembalilah si jam ayam itu pada tempatnya, disamping bantal, dekat dg kuping. Jam ayam yang selalu setia membangunkanku di pagi hari, supaya aku tidak telat bangun dan si koko juga tidak terlambat sekolah. Oh ya, pekerjaanku adalah menjaga dan merawat 2 anak mbok bos-ku, keduanya sailo cai umur 7 & 5 th.

" Pamit dulu ya, Nay. Besok jam 6 aku mesti sudah di bandara Suta. See u in sunday yaah "
" Take care, mas "
" U too, nice dream, ok ! "

Percakapan terakhir yang memporak-porandakan hatiku. Laman fb tiba - tiba begitu hambar kurasakan. Padahal lewat media social ini aku biasa ber ha ha hi hi, say hallow dengan teman-teman dumay-ku dari belahan dunia berbeda dan koment status yang kuanggap cantik, gokil atau bermanfaat. 

Upfftttt...!
Kutiup ujung rambutku yang jatuh menjuntai, menghalangi pandanganku. Ku ambil si Dino, boneka kodok kesayanganku. Si Dino malah meleletkan lidahnya, membuatku sebal dan ku tonjok hidungnya. Dengan tanpa dosa, ku jitak kepalanya. Kemudian membenamkannya dalam pelukanku. Mendekapnya erat.

"What should I say, when I met him the day after tomorrow ? Tell me something, Dino...hikkzzz..."

" Bismika ya allohumma ahya, wabismika ya amuuutt ! Berdo'a dan tidur " jawab suara tak berwujud.

Oh, suara siapakah itu ? Tak ada orang lain di kamarku ini. Hiiihhhhhhh !

Aku nyengir sendiri ketika menyadari yang bicara adalah hati kecilku. Ya, itu lebih baik daripada memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Segera kupejamkan mata. Berusaha mengenyahkan semua bayangan tentangnya. Pertanyan-pertanyaan seperti apakah dia? Bagaimana penampilannya, tutur katanya ? Aku mulai meraba-raba tentangnya sampai berdenyut kepalaku. Mas Jey yang belum pernah kutemui. Mas Jey yang hanya ku kenal lewat dumay. Mas Jey yang seorang wartawan ( itu akunya ) tiba-tiba menyempatkan diri mampir Hong Kong hanya untuk bertemu denganku. Seorang Buruh migrant Indonesia / BMI, sebutan untuk TKW Hong Kong. Tapi tak kutemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri.

 *****

Sabtu, 22 Juni  2013

Tumben hari sabtu berlalu dengan lambat. Seperti keong kena racun yang semaput enggak, mati juga enggak. Setiap buka laman Fb, cek chat inbok, whatsup, dan email  tak kutemukan sedikitpun pesan darinya membuatku menjadi uring-uringan. Males untuk ngapa-ngapain. Moody-ku tiba-tiba menguap entah kemana.

Rumah seperti kapal pecah, aneka mainan terserak sepanjang ruang tamu.  Kubiarkan ke-2 anak asuhku bermain sesuka hatinya. Tak ada larangan main, tak ada teriakan . Hari ini kamu merdeka, nak. Cece lagi bad mood. Nikmatilah !

Jam 2 siang tiba-tiba si mbok bos telepon.
" Wai, Cece. Kamu bawa anak-anak ke rumah pakdenya ya. Sudah makan belum ? "
" Sek kan, mami..."
" Oh! Habis makan, istirahat bentar, trus kamu beresi rumah dan segera ke Chai Wan ya ? "
" Hooaakk "
" Jangan lupa matikan semua alat listrik, kompor dan jangan lupa perlengkapan anak-anak ".
" Okeey. Ngo wui-lah, fongsam "
" Emkosai "
" Emsai hak hei "

*****

Minggu, 23 Juni 2013

Bangun kesiangan !

Terkejut setelah melihat jam beker ayamku, jarum jamnya menunjuk angka 9. MasyaAllah ! Panik segera menyergapku. Janji dengan mas Jey jam 10 di hotel Exelcior, Causewaybe. Padahal perjalanan via MTR 40 menit. Rumah belum aku bersihkan. Oh, God.... Help me please !

Tak sabar ku chek chat Inbok. Ada beberapa pesan masuk. Termasuk dari mas Jey.
" Morning, cantik ! I'm so sorry. Mendadak aku harus mengerjakan sesuatu, jadi janji ketemu kamu jam 10 harus batal. Aku tunggu kamu di hotel jam 3 sore ya. Lantai 5 Hotel Exelcior, Causewaybe, room 216. See yaahh..."

Aku tak tahu apakah harus bahagia atau senang dengan penundaan ini. Sesaat aku menatap diri dalam cermin. Raut mukaku tak bisa dijabarkan dengan kata. Campuran antara terkejut, sebel, kecewa dan lega. Padahal sudah banyak rencana hari ini, guna menghabiskan satu hari bersama Mas Jey. Sahabat dumay-ku yang sebentar lagi akan kutemui dalam dunia nyata. Seaat kupejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam. Memberi rongga udara yang tiba-tiba menyesak.

" Nomor telpon, emkooiii... " tulisku membalas inbok mas Jey setelah seluruh kesadaran aku kuasai. Setelahnya, kulakukan kewajibanku mengurus rumah sebagaimana rutinitasku sebelum berangkat libur.

Karena jadwal mendadak berubah, maka aku berjalan menuju Victoria Park. Taman terbesar di Hong Kong yang terletak di jantung kota Causewaybe. Taman yang telah menjadi rumah kedua bagi kami para BMI Hong Kong, tempat meleburkan segala aktifitas dikala libur. Silaturrohmi ke perpus lesehan di sepanjang jalan Victoria Park, mampir di UB Biola ( kelas biola yang diasuh kawan saya Kang Din ), menikmati libur yang tidak padat janji atau acara seperti libur biasanya. Hidup ini indah, kawan !

****

Kini aku berada didepan kamar 216, lantai 5 Hotel Exelcior, Causewybe. Kulirik jam mungil di pergelangan tangan kiriku. Jam 14.50 menit. lebih cepat 10 menit dari waktu yang di janjikan mas Jey. Tidak ada balasan setelah inbok chat-nya tadi pagi. Begitu pula dengan no telepon yang kuminta. Jadilah aku buta informasi, antara yakin dan tak yakin. Tetapi langkah kakiku sudah sampai disini, tepat dipintu no 216. 


Ku tekan bel pintu. Ting tong.... !

Kepalanya menyembul dari balik pintu. Satu senyum manies, menunjukkan deretan giginya yang berbaris rapi dan putih. Senyumnya masih tetap lebar pun saat aku sedikit kikuk dengan suasana ini. Perjumpaan pertama dari pertemanan kami yang hampir 1 tahun di dunia maya.

" Hai Nay... Mau berdiri disitu sampai kapan ? " sapanya ramah, masih dengan senyuman itu. Aku nyengir kuda, masih dengan kikuk yang sama pula.
" Masuk yuuk... Tapi maaf, berantakan kayak gini. Mendekati deadline dan aku butuh banyak referensi, belum sempaet beresin " dia menjelaskan tanpa kuminta.

Secara fisik dia cukup jangkung. Rambut gondrong menyentuh bahu. Memakai kaca mata bening yang membingkai indah matanya yang tajam dan hitam. Dengan celana Cardigan, kaos putih bergambar wayang, Mas Jey terlihat lebih dari lumayan.

Mataku berputar menyapu ruangan, setelah puas mendefisinikan sosok Mas Jey. Ruangan ini memang lebih mirip gudang daripada kamar hotel. Kertas disana-sini, peta Hong Kong di atas tempat tidur, majalah, buku, koper, jas, kaos dan barang-barang lainnya yang ga bisa kusebutkan satu persatu berserakan di segala penjuru kamar.

" Ya, Tuhan ! " Aku berseru tertahan. Hanya itu yang keluar dari mulutku.Tanganku mulai bergerak merapikan tanpa bisa kucegah.
" Oh, Nay. Kamu ga perlu lakukan itu. Duduk aja yang manies " Mas Jey menyodorkan kursi dan menyuruh aku duduk. " Biar aku yang beresin setelah aku selesai menyelesaikan kerjaanku. Give me ten minutes, ok !"
" Ok ! " jawabku pendek. 
" Selesaikan sj kerjaan Mas dan dalam 10 menit itu aku sudah selesai merapikan kamar ini, Ok ? "

Mas Jey hanya mengangkat bahu, tidak berhasil membujukku. Mengambil 2 soft drink dari kulkas, mengangsurkannya 1 untukku dan 1 untuk dirinya sendiri. Setelah itu kembali duduk di meja, pas di depan jendela dengn posisi membelakangiku. Menekuri lap top-nya yang masih menyala, kembali menyelesaikan pekerjaannya.

Aku segera bergerak membereskan ruangan, supaya rapi dan sedap di pandang mata. Pekerjaan yang tidak susah karena itulah tugas sehari-hariku sebagai penata laksana rumah tangga untuk wilayah kerja Hong Kong. Sejenak ku tatap Mas Jey dari balik punggungnya. Aku belum mengenalnya, kecuali lewat dunia maya. Lewat chat inbok email / chat Fb dan belum pernah melihatnya secara langsung kecuali foto-fotonya. Kadang dia datang seperti angin dengan membawa cerita-cerita segar, diskusi-diskusi panjang juga anekdot lucu yang bikin aku senyum sendirian. Kadang tidak ada kabar beritanya untuk sekian lama yang membuatku bertanya-tanya bahkan khawatir. Semua mengalir begitu saja. Pertemuan ini tidak jauh beda dengan gayanya di dunia maya. Dan begitu saja aku merasa nyaman di dekatnya. 

Lelaki dalam bingkai jendela !

( Hong Kong, 7 Juli 2013 - end )



 




Tuesday, July 2, 2013

CURHAT

TOKOH IDOLA 
 
******

Tulisan ini saya buat gara-gara mendapat tugas bonus dari pak Nur Agustinus untuk mengirimkan surat via email kepada tokoh idola berkaitan dengan mata kuliah sosioprenuer. Padahal ini masa resesi loh, masa tidak ada pembelajaran karena PER Batch 2 ( Pengantar Entreprenuer Ritel 2 ) sudah berakhir dan lanjut next level ke MER Batch 1 ( Manajemen Entreprenuer Ritel 1 ) yang nanti mulai bulan Agustus. Waahhh berat, tp sekaligus tantangan. Klo dahulu saja aku bisa, masak sekarang ga bisa ? he he he...

Aku mulai dari cerita tentang Idolaku di masa lalu, saat masih memakai seragam abu-abu. Masa-masa yang indah dan penuh warna. Bersama guru, sahabat, gebetan, ada cerita seindah pelangi. Masih ingat ga nama & wajah guru, sahabatmu waktu sekolah dulu  ?

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Dihari kita saling berbagi....
Dengan kotak sejuta mimpi, 
Aku datang menghampirimu,
Tuk perlihatkan semua hasratku...
Kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat,
Kesombongan dimasa muda yg indah....

( Cuplikan dr lirik : Sahabat Sejati, S07 )

Pada waktu sekolah, aku termasuk yang tomboy dan jahil. Jadi kebanyakan temenku berjenis kelamin cowok. Entah kenapa aku nyaman saja bicara dengan mereka, tanpa harus rikuh pekewuh dan ribet kayak cewek ( upps, sori ya cewek... ini penglamanku masa lalu loh ...hi hii hi ). Meski begitu aku juga pungya genk cewek loh. Genk cewekku terdiri dari aku, Mila, Ciput, dan Yuyun. Ber-empat kita suka hang out, diskusi sampai melakukan hal- hal gokil. Masa abu - abu ga akan seru ya jika ga punya gank yang eksis dan update. Hayoow ngaku ?

Simak cerita tentang kegokilanku :

Berkaitan dengan tokoh idola, dulu aku nge-fans banget dengan yang namanya Ali Zainal Sahab, model iklan, bintang sinetron dan bintang film di akhir tahun 90-an. Geng-ku menantang untuk berkirim surat pada Ali Zainal dan aku terima tantangan itu. So, aku kirim surat kepadanya, setelah mendapat alamatnya dari majalah ANEKA YESS ! You know ? Aku dapat balasannya, woouuuww !! Seperti mimpi dan membuat gempar sekolahanku. Mendadak aku jadi terkenal di sekolahan, sebelumnya cuma terkenal dengan Pipiet si tomboy yang suka panjat dinding dan repling. Ha ha ha... Hadiahnya adalah setiap hari aku di traktir di kantin oleh genk-ku secara bergantian. Asyiieekkk... ! Beberapa kali kami masih koresponden sampai akhirnya aku dapat surat teguran dari ibunya Ali, upppsss... KAPOK ! Ha ha ha ha...... Ga lagi koresponden dengan artis.

Bang Ali
Berikutnya, aku ngefans penyiar radio. Ade Magenta adalah penyiar radio fafouritku dari Gajah Mada FM, Semarang. Padahal rumahku Madiun loh, entah kenapa sinyal radio Semarang nyangkut semantara tetangga sebelah enggak. Aku berkirim surat padanya. Di balas ! Waahhh, dia seru abis. Ade orangnya gokil. Dalam surat-suratnya kami saling bertukar cerita dan pengalaman. Hariku makin berwarna saja... he he he. 

Setelah itu ada Bang Ali, seniorku sekaligus instrukturku di group Pecinta Alam. Kami masih kontak meski sekarang Bang Ali berdomisili di Cekhoslovakia bersama istri dan 2 bidadarinya. Bang Ali ini yang secara tidak langsung menanamkan jiwa survive dalam hidupku. Thak's ya, bang !

Ini cerita tentang tokoh idola di sekolahku. Mengingatnya selalu membuatku tersenyum, pun sampai sekarang. Well, aku memang bukan termasuk si cantik yang banyak menarik minat para cowok. Aku bukan si pintar yang selalu ranking 1 dan membuat cowok-cowok terkagum-kagum. Aku juga bukan pengurus OSIS, anggota chearleader's, paduan suara, atlet atau punya prestasi yang bisa dibanggakan. Aku hanya si Pipiet tomboy yang suka naek gunung, panjat dinding dan repling jika itu disebut kelebihanku. Lainnya, nothing !

Damn it. Aku naksir padanya. Tokoh idola di sekolah-ku. Namanya Faiz, si jangkung yang tampan, anak pak lurah dan selalu punya kharisma yang tak bisa di tolak oleh cewek - cewek di sekolahku. Yang naksir seperti aku antriannya panjang, hiikkzz. So, nekat aku kirim surat rahasia untuknya. Bersama Genk-ku aku susun kalimat sedemikian rupa, kadang puisi, kadang curhat, kadang pantun dll. Tanpa nama dan identitas. Yuyun bertugas mengetik dengan mesin tiknya ( waktu itu komputer masih barang langka dan mewah ). Mila bertugas memposkan tiap hari sabtu. Aku penulis naskah dan di edit rame-rame. Si Ciput yang paling rame dan bawel. Alhasil, tiap senin pagi ada surat rahasia tanpa identitas untuk Faiz. Setiap itu pula kami bersorak, apalagi melihat wajah Faiz yang bingung bin gemes. Aku menikmatinya ! Kejam yak.. Itulah Cinta, deritanya tiada akhir.... wkwkwkwkk.

Hal tersebut berlangsung sekian lama, sampai kenaikan kelas 3 dan ternyata aku sekelas dengan Faiz di IPS4. Suatu hari, buku punyaku dipinjam teman dan upps, lupa. Coretan surat untuk Faiz masih ada disitu, kebetulan yang pinjam adalah teman sebangkunya. Alhasil, aku jadi gojlokan teman-teman dan si Faiz jadi senyum-senyum. Kami jadi dekat meskipun ga jadian alias pacaran. Cintaku bertepuk sebelah tangan, ha ha ha....

Temen2 gila....xixixixii
So, jika dahulu dengan kegilaan aku bisa, masak sekarang enggak ? Anggap saja kembali kemasa lalu, bersama KEJORA ( Yumiko, Tya, Tari, Atin - new comer ) aku akan buat duniaku berwarna kembali, now... Dengan kalian, jadi serasa abu - abu lagi nieh.... hi hi hi hi

Menuju kirim surat via email untuk tokoh Idola bidang Entreprenuership....

Start-up dari mba Ollie, muda dan sukses di usia 20-an. Menjadi seorang penulis lebih dari 20 judul buku, Entreprenuer berbagai bisnis online, menjadi pembicara di berbagai event, aktif di berbagai komunitas dan memiliki label fashion sendiri. Asyiiieekkkk !

Next, Sandiago Uno. Konglomerat Indonesia yang penuh dedikasi, rendah hati, sosialis dan juga tampan ( bonus ), ha ha ha.....

NEXT  ?

Hayoooooo, siapa tokoh idolamu kawan.... ??? 

Semoga spiritnya tokoh idola jadi dopping vitamin yang ampuh untuk masa depan lebih gemilang. 
Go go go.... YESS, YOU CAN !


Dahlan Iskan bersama BMI Hong Kong, Victoria Park


Me & Friend