Wednesday, February 27, 2013

JR # 5

BINGUNG ADUH BINGUNG  !!!


       Pelajaran minggu ke 5 semakin menarik. Mulai berfikir pada hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin, tetapi dengan mendapatkan pelajaran boothstrap aku mulai berani memikirkan yang tidak mungkin tersebut. Cara hemat dan cermat untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, itulah boothstrap. Sehubungan dengan dunia usaha, boothstrap dipakai untuk mendapatkan modal usaha. Modal bisa dari diri sendiri, pinjaman atau bahkan tanpa modal. 

        Waahhhh, menarik sekali !!

      Dulu, sewaktu liburnya rutin tiap minggu saya nyambi usaha lumayan lancar. Dari hasil usaha sampingan jualan kerudung, bros, alat-alat bikin bros, buku dan mengajar ketrampilan, alhamdulillah tiap pulang libur bisa dapat tambahan uang. Lumayan untuk menutupi kebutuhan waktu itu yang memang genting. Ajian kepepet memang sangat manjur. Tetapi semenjak akhir tahun lalu, liburnya jadi tidak pasti. Bahkan kadang malah hari biasa. Sementara hari kerja tidak bisa bebas keluar, upppfft  !!. Alhasil dan dengan terpaksa tidak lagi usaha karena tidak bisa memenuhi komitmen dengan pelanggan.  Berakibat stop pula pemasukan tambahan.

Mengajar ketrampilan
      Aku down dan terpaksa menerima ini semua dengan pasrah. Kembali ke jaman semula, seperti awal kedatangan di Hkg, sedih dan inget rumah terus. Hiiiikkkzzz.....

     Setelah mendapat pelajaran Boothstrap, aku terus merenung. Memutar otak dengan keras. Kira-kira usaha apalagi ya ? Yang bisa kulakukan meski aku tidak libur ? Maka aku nekat membicarakan ideku pada mb Ina, sahabatku. Eh, ternyata gayung bersambut. Tidak lama lagi, meski aku tidak libur tapi aktivitas usaha akan bisa dilanjutkan. Apa idenya itu ? Ssssstttt, masih rahasia. Sedang di godok dan menuju "pecah telor columbus" untuk kesekian kalinya.Tunggu saja tanggal mainnya ya, kawan... 

     Yang jelas aku sudah menemukan keinginnku dengan Boothstrap. Bagiku boothstrap mengatasi masalah tanpa masalah  !!  Bagaimana denganmu kawan ??

Mimpiku
      
       Diteruskan dengan pelajaran Manajemen operasional dengan menerapkan budaya kerja 5 R. Jika ingin maju dan berkembang, maka perubahan itu mutlak dilakukan. Jepang sebagai negara yang mempunyai etos kerja tinggi, disiplin dan komitmen telah mengajarkan 5 S / 5 R yang juga telah diterapkan di banyak negara. Kaizen berarti perubahan kearah yang lebih baik. "Kai" artinya perubahan atau perbaikan dan "zen" artinya baik. Kaizen merupakan sistem pengambangan produktivitas, kualitas, teknologi, proses produksi, budaya kerja, keamanan kerja, dan kepemimpinan yang dilakukan secara terus menerus. salah satu metode yang diterapkan untuk mendapatkan perbaikan kearah yang baik dengan menerapkan 5 S/ 5 R,Seiri ( Ringkas ), Seiton ( Rapi ), Seiso ( Resik ), Seiketsu ( Rawat ), dan Shitsuke ( Rajin ). 

      Flashback...... !!

     Katakan saya adalah perusahaan. Maka saya mencoba menganalisa diri saya untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik dengan menerapkan metode 5 S / 5 R.

1. Ringkas 
   Ringkas berarti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya dengan pola atau urutan tertentu. ini dilakukan untuk memudahkan pencarian barang, lebih efisien waktu dan menghindari penumpukan barang pada satu titik tertentu. Pusat barang biasanya ada di pojok ruangan, kolong tempat tidur, atas lemari, celah antar lemari. Biasanya barang-barang tersebut sebagian tidak diperlukan, maka meringkas merupakan cara efektif untuk mengetahui apakah masih bisa digunakan, rusak butuh perbaikan dst.
      Saya adalah orang yang tidak ringkas sama sekali. Buku berserakan dimana-mana. tempat tidurku adalah ruang kerja saya. Tidur bersama monte, benang, gunting sudah menjadi hal yang  biasa. Bila saya meringkas, maka saya akan kebingungan sendiri. Gunting dimana, benang dimana ? akhirnya ya berantakan lagi. Uppppfft, aneh tidak ya ??

2.  Rapi
     Setelah meringkas maka langkah selanjutnya merapikan. Mengelompokkkan sesuai dengan urutan abzad, sesuai bahan dll. Dengan menata rapi selain mudah untuk mencari barang juga sedap dipandang mata.
     Saya juga bukan orang yang rapi banget. Bisa dikatakan angin-anginan. Jika lagi mau ya bisa rapi betul. Tapi jika kumat malasnya ya berantakan lagi. Berbeda dengan adik saya yang super rapi dan perfect. Waaahhh..... ??

3. Resik
   Langkah selanjutnya adalah membersihkan. Kondisi yang bersih membuat badan dan fikiran ikut bersih. Diperlukan waktu berkala secara rutin dan terus menerus untuk mendapatkan hal yng bersih.
   Saya suka bersih dan paling benci jika ada kotoran menumpuk. Dalam hal ini saya lebih baik, he he he....
Bersih dan rapi selalu membuat nyaman.

4.  Rawat
   Merawat adalah menjaga supaya alat atau barang tetap terjaga, awet dan tahan lama. Dibutuhkan konsistensi supaya hal ini bisa terwujud.
   Saya jika mempunyai barang cukup awet karena merawatnya. Bisa dikatakan lebih baik.

5.  Rajin
  Rajin adalah akumulasi dari kesemuanya. Kata orang saya ini rajin. Rajin belajar, rajin bersih-bersih, rajin bongkar sesuatu tapi males untuk menyelesaikan sampai finish ( yang terakhir jangan ditiru ya kawan, hehehehe ...... )

     Itu semua adalah saya dimasa lalu, sebelum saya mengerti rasanya susah cari uang. jadi semaunya dan seenaknya sendiri. Lambat laun berubah sedikit demi sedikit dan menjadi lebih baik ketika sudah menikah. Kenapa ? Karena suami kebalikan saya. Orangnya 5 R dan detail. 5 R sudah menjadi bagian hidupnya dan saya mulai belajar darinya. Memang tidak gampang. Butuh kemauan yang sungguh-sungguh, disiplin dan konsistensi secara terus menerus. Saya ingat kata-kata pak Nur yang disampaikan dalam modul materi. "Kita tidak bisa menggenggam dunia dalam sekejap dalam genggaman tangan ", artinya segala hal butuh proses dan waktu untuk mencapai tahap perfect seperti yang di inginkan.
   Yuuuk sama-sama mulai menuju perubahan yang lebih baik, kawan. Salam Entreprenur !! Kayauuuu..... !!!


Penataan yang ringkas, rapi, rajin dan bersih memudahkan aktifitas.
          

Wednesday, February 6, 2013

MINI # 2

IMPIAN YANG TERLUPA




* Studio radio Swara FM, pukul 23.00 WIB

" Moshi-moshi paramitra....!!!
Apa kabar semuanya... ???
Bersama Mini Laraswati di 97.8 ( baca nine sevent point eigth ) Swara FM , radio mitra keluarga anda. Baik paramitra, februari bagi sebagian orang identik dengan Valentine Days. Ahaaaaiiyyy... ada yang bilang its moment to fall in love. Ada juga yang bilang ini adalah bulan merah jambu, but.... ada juga yang bilang i don't care. Dan apapun pendapat paramitra, yuuuk share disini, diajang "CIKITA", cerita dan curhat kita. Selama 2 jam kedepan, Mini bakal temeni paramitra semua, tentu saja dengan ditemani lagu-lagu kesayangan. So, jangan lupa ya... deal numbernya di 97700899 atau bisa sms di no yang sama. Nah, sambil menunggu cerita pertama juga telpon dari anda, Mini segera putarkan satu tembang lawas yang kalau kita dengarkan serasa mak nyesss di hati, itu menurut Mini loh.... ini dia " Tak bisa ke lain hati " by Katon Bagaskara. Untuk anda dan orang-orang terdekat dihati anda. Cek it out....!! ".


**  Bulan merah jambu, luruh di kotamu,
      Ku ayun sendiri langkah - langkah sepi,
      Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi,
      Tercipta nelangsa, merasuk sukma..........
      Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud,
      Aku tak bisa pindah..... pindah ke lain hati


         Mini menyandarkan kepalanya kebahu kursi. Suara merdu Katon Bagaskara memenuhi ruang pendengaran Mini yang masih tersumpal headset. Tak terasa kepala Mini ikut mengangguk - angguk seirama musik. Masih bersandar pada bahu kursi, mata Mini mulai terpejam, menikmati alunan lagu yang membiru. Sesaat  Mini terbuai oleh lagu itu. Lagu yang menceritakan kisah cinta yang tak pernah bisa berpindah meski lara menusuk jiwa. Ah, cinta !! Dilihat dan dibicarakan dari sudut mana-pun tetap saja menarik.
          Biiippp...... Biiiipppp....
       Layar komputer berkedip - kedip. Bersamaan ada 5 sms masuk dari no yang berbeda. Mini membuka mata dan hanya melirik saja. Belum ada niat untuk membuka, karena prioritas utama adalah telepon langsung atau  on air.
 
          Biiiiiippppp....... Biiiiiippppppp.....
         Kini giliran line telepon yang berkedip. Tangan Mini meraih gagang telepon, tapi urung karena Andhee tiba-tiba muncul, mengetuk kaca pintu sambil mengacungkan es degan. Senyum Mini langsung merekah, seperti matahari di musim semi. Seperti anak kecil yang mendapatkan oleh-oleh dari ibunya, Mini berjingkrak ria.  Segera beranjak, setelah men-setting beberapa pariwara dan lagu ke-2 sebagai pembuka acaranya, lantas membuka pintu dengan senyum super manis.

       "Thank's  mas brow....... " dan tanpa basa-basi Mini langsut mensruput es degan dengan rakusnya. Srriiiuuuupppppp....
           Andhee nyengir, " Pelan - pelan lah, non.... gue ga minta kok.....wkwkwkwkwk ".
       " Iya ga minta, tapi nanti ujung-ujungnya kamu yang abisin" balas Mini dengan mimik yang lucu.
          " Lah aku yang beli, masak aku minum lagi" bela Andhee ga terima .
        "Ga janji lah yau..... wkwkwkwkk... Udah keluar sono, aku harus take nieh. Pariwara tinggal satu, buruan....".

          Mini segera mendorong tubuh Andhee yang berdiri diambang pintu studio. Butuh sedikit tenaga extra untuk membuat Anhee keluar.  Maklum badan Andhee bongsor, berbanding terbalik dengan Mini yang mungil. Untungnya Andhee kooperatif jadi ga perlu insiden dorong-mendorong itu berlangsung lama.
             Jekggreeekkkkk !!
           Pintu segera terkunci dengan sempurna. Mini kini sudah duduk di depan monitor komputer, memegang  dan memasang headseat-nya dengan manis di telinga. Cekatan tangan Mini membetulkan volume control, men-setting dengan nada lirih, menjadi backsound suaranya sendiri. Sesaat Mini memejam mata, menarik nafas untuk ancang-ancang supaya suaranya stabil. Jujur, kadang masih ada rasa demam microphone, he he he....

          "Aku tak bisa kelain hati. Hhhhmmmm, dan jangan pindahkan chanel radio anda dari "Chikita" ( Cerita dan curhat kita ) sampai nanti jam 1 pas. Ooouuww, line telpon sudah berkedip dari tadi nieh. Sabar ya.... kita angkat dulu".
          Mini memencet line telpon.
          " Hallow..... Moshi-moshi......dengan siapa dimana.... ?? "
          Terdengar suara jawaban diseberang telepon.
          " Moshi - moshi..... dengan Nova di Jogja Selatan ".
          " Nuva apa Nova....?? atau inova....??? he he he...." sahut Mini ceplas- ceplos.
       " Nova mbak Mini. N - O - V - A  ( di eja per huruf ) " jawab si penelepon yang ternyata bernama Nova sambil terkikik.
         " Yuup, Nova masih sekolah ? kuliah atau kerja ? "
         " Masih sekolah SMA kelas 2 ".
         " Sudah seventeen ?? Sudah punya pacar belum ? "
         " Tahun ini. Ehmmmmm......" Nova si penelepon berdehem-dehem.
         " Atau lagi naksir seseorang ? ".
         " Kasih tau mbak Mini ga ya ? ".
         " Wkwkwkwkwk..... okeey, ga masalah kok. Kita kembali pada laptop alias topiknya ya Nova. About Valentine's Day.  Jadi pingi tau,apa ceritamu tentangnya ?".

       Obrolan-pu mengalir seperti aliran sungai. Kadang riak oleh tawa. Kadang tenang dan serius. Sesekali Mini tersenyum simpul.Beberapa point penting sudah Mini siapkan  sebelum mulai take on air. Ini penting, supaya alurnya ga luber kemana. Media radio dibatasi oleh durasi waktu dan sekilas dengar. Jelas kalau sudah lewat tidak bisa diulang, kecuali direkam dan diputar ulang seperti iklan. Jadi informasi yang ingin disampaikan kepada audience harus yang earing / gampang diterima oleh indera pendengaran. Disinilah bedanya antara media radio dengan media lainnya. Surat kabar, majalah dan koran mengedepankan tulisan sebagai sumber kekuatan untuk pencapaian informasi. Televisi sbagai media audio visual yang mengutamakan panca indera mata dan telinga sebagai sarana penangkapan informasi. Jelas masing-masing punya perbedaan yang cukup kuat. Dan Radio sebagai salah satu media mampu mnyentuh pada hati /perasaan pendengarnya. Ada ikatan batin yang tidak bisa diuraikan antara pendengar dengan penyiarnya. Radio seperti candu, selalu ada rasa kangen bila tidak mendengarkannya. lebih jauh, kemajuan tekhnologi memudahkan orang untuk mengakses radio anytime, anywhere and anywanted.

                                                                **************


          Inilah kehidupan Mini yang baru. Menjadi penyiar disebuah radio ternama di Jogjakarta. Sesuatu yang tidak pernah tercatat dalam sejarah cita-cita atau mimpinya. Jika sekedar ingin ya pernah. Sejak kecil Mini sudah akrab mendengarkan siaran radio. Sandiwara radio adalah acara faforit dan selalu ditunggu oleh Mini masa kecil. Terkagum-kagum dengan sosok Kamandanu dalam cerita Tutur Tinular. Atau sangat membenci Mak Lampir dan bayi setannya bernama Gerandong dalam serialnya yang sama, yang ber-setting di lereng gunung Merapi. Bersama si mbah Kakung mendengarkan ketoprak "Nogososro sabuk inten" pada malam-malam tertentu. Mini akan bertanya ini itu kepada si Mbah yang sepertinya sudah hafal di luar kepala tentang cerita-cerita rakyat tempo dulu dan si mbah kakung akan menjelaskan dengan detail.
             Sewaktu taman kanak-kanak, Mini pernah siaran radio. Tentu saja siaran taman-kanak,di RRI Jogjakarta. Wuiiiihh, bangganya setengah mati. Setiap hari wajib menghafal dan latihanmenyanyikan  lagu " Gundul-gundul pacul ", salah satu lagu dolanan bocah jawa tempo dulu. Bu Guru Sri ( guru Tk Dharma Wanita) suaranya harus lantang, supaya bisa di dengar semua orang. Maka Mini berlatih dengan giat supaya suaranya masuk radio dan didengarkan oleh bapak, ibu, si mabah, paklik, budhe dan semua orang. Ha ha ha ha.... Betapa bangga dan bahagianya, masa kecil yang seru dan penuh warna.

          * Gundul-gundul pacul-cul... gemblelengan...
              Nyunggi-nyunggi wakul-kul....gemblelengan....
              Wakul grempyang segane dadi sak ratan...... ( 2 x )

             Kata mbah putri, lagu dolanan ini memberikan nasihat kepada anak-anak bahwa mengerjakan apa saja ya harus sungguh-sungguh. Jangan ceroboh. Sing ati-ati. Jika tidak semuanya akan berantakan seperti nasi yang tidak di sunggi ( panggul ) dengan benar.

        Beranjak dewasa, seiring perkembangannya Mini mulai menyukai siaran radio yang sesuai dengan segment umurnya. Anak muda yang lincah, energik dan aktif.. Ade Magenta dari Gama FM menjadi penyiar faforit Mini kala remaja. "Ajang gita remaja" serasa hidup dan menjadi bagian gaya hidup anak muda kala itu.

           "Ngalamun teruuss ".
           Tepukan di bahu Mini menyadarkan lamunannya akan masa lalu. Mini menoleh dan mendapati senyum manis Mas Arie, pak bos yang ramah dan baik hati. Ah, betapa kagum Mini tak habis akan ketabahan dan keuletan mas Arie dalam menjalani hidupnya.
        Mas Arie meletakkan kruk penyangga kakinya begitu saja di lantai studio. Kaki mas Arie buntung selutut sejak SD. Menurut cerita mbak Asih ( kakak mas Arie ), kecelakaan kereta pengangkut tebu itu telah merenggut kakinya dan memberi warna abu-abu dalam garis kehidupan mas Arie. Akibatnya mas Arie tumbuh menjadi sosok pendiam dan dalam diamnya tangan itu tidak mau berhenti mengotak-atik elektronik hingga mengantarnya menjadi pemilik stasiun radio. Hanya berbekal kemauan belajar terus menerus dan ulet, Mas Arie mampu menggapai mimpinya.

             " Dapat salam, non "
          " Ehhh... apa, mas... ?? " Mini terkejut untuk kedua kalinya. Buru - buru Mini meneguk air mineral yang selalu ada di dalam tasnya sebagai sesuatu hal yang wajib dibawa kemanapun pergi. Selain notes kecil dan pulpen tentu saja.

              " Dapat salam " Mas Arie mengulangi perkataannya.
              " Walaikumsalam. Dari siapa, mas ? "
              "  Jenar !!".
              " Siapa itu Jenar ?!". Mini menaikkan alisnya. Merasa asing dengan nama itu.
           " Loh, kamu ga kenal ? Katanya fans-mu ". Mas Arie mengerling dengan ekor matanya. " Kamu hebat. Belum 1 bulan siaran sudah banyak yang nge-fans dan antri nitip salam " lanjut Mas Arie sambil otak-atik perangkat radio.Tak lupa senyum menghiasi sudut bibirnya.
              " Ha ha ha... ada-ada sajo, mas". Rasanya Mini jadi geli sendiri.
              " Salam balik ga ?" Entah sengaja atau tidak, Mas Arie menggoda Mini.
              " Salam balik, deh. Salam juga untuk orang terdekatnya ya... hehehee "
              " Rebes, non ".

              Ini salah satu yang disukai Mini dari sosok mas Arie. Dibalik diamnya, ternyata ia adalah orang yang humoris dan menyenangkan. Andai saja mas Arie belum bertunangan, mungkin saja Mini bisa jatuh hati. Gubraaaakkksssss !!

Mungkinkah......
Kita kan slalu bersama, walau terbantang jarak antara kita....
.............................
 Kau ku sayang, slalu kukenang.....
Selamanya.........

                 Gubraaaakkkkkksssss ...... !!!

       
***************



Friday, February 1, 2013

JR # 4

LOKASI  MENENTUKAN  STRATEGI



             Tidak terasa, kelas sudah masuk minggu ke-4. Ada banyak perubahan mindset yang saya rasakan. Belajar detail ( meskipun masih ga detail banget, karena pada dasare saya orange sembrono...he he he he.... ), semakin lirak-lirik setiap kali berjalan, mencoba menganalisa dan membayangkan jika saya yang mempunyai usaha tersebut. Bertanya - tanya dalam hati, kenapa disini sepi sementara disana ramai. Padahal dari segala sudut saya merasa tidak jauh beda ( lokasi, item, dekorasi dll ). 

           Sampai pada materi lokasi kok semakin menarik ya. Jujur ada beberapa ide yang terus berputar - putar dan menggoda dikepala saya. Membayangkan nanti jika pulang bisa mengeksekusinya. Tetapi Pak Teddy ( dosen wali ) selalu menyarankan untuk fokus pada satu bidang saja. Selalu dan berulang - ulang. Kembali menganalisa diri sendiri dengan teori evektuasi, apa yang saya punya, sumber daya apa, ketrampilan, networking, teman dan komunitas. Mengukur kemampuan dengan berbagai kemungkinan, rasanya semakin mengasyikkan. Apalagi mengenal SWOT ( strenght, weakneses, opportunity dan treahts ). Sebenarnya rumus itu tidak asing lagi, sudah disampaikan pada kelas Mandiri Sahabatku Lanjutan tahun lalu. Tapi karena saya murid tidak rajin ( maklum liburnya tidak pasti, jadi bolos - bolos ) maka masuknya ke otak juga setengah - setengah.


Toko Sepatu


                 Saya ingin membahas soal lokasi dan analisa SWOT terhadap toko sepatu diatas. Ada yang membuat saya tidak habis fikir. Toko sepatu ini berada pada lokasi yang strategis, di pinggir jalan raya yang merupakan kawasan pertokoan pusat grosir.  Trafic orang sudah pasti ramai. Aksesnya mudah karena di pinggir jalan dan tidak jauh dari stasiun kereta. Berada pada monopoli area dimana tiak ada kompetitor disekitarnya. Area sekitarnya adalah toko grosir baju. Dari sudut dekorasi sangat mencolok. Display barang juga tertata apik. Bukankah ini menjadi strenght / kekuatan dari toko sepatu itu ??

               Saya hampir tidak mendapati weaknesses ( kelemahan ) dan threats ( ancaman ) terhadap toko ini. Selain harga yang tinggi. Harga sepatu diatas $ 200 / pasang, harga yang biasa ada di butik, mall atau toko sepatu branded semacam Nike. Tidak adanya kompetitor bukankah seharusnya menjadikan opportunities / peluang dari toko sepatu tersebut ??


Kawasan toko sekitar


Satu -satunya toko sepatu di kawasan ini.



Toko sepatu ini baru 1 bulan buka sudah cap lap / bangkrut dan harus membanting harga dengan obral. bagaimana menurut kawan - kawan ? Jika anda pada posisi pemilik toko, kiat apa yang harus ditempuh oleh pemilik untuk survive ? Tetap disitu atau harus pindah lokasi ? Ataukah harus rela dan merugi dengan menjual sepatu dengan harga murah ??

Yuuk share dan diskusi......


IWACE # 1




PESTA KARYA, SENI, BUDAYA DAN SASTRA DI NEGERI BETON



* Mari berkarya.... dalam puisi dan lagu.....
   Musik dan tari..... panggung gerak..... layar perak....
   Adalah wadah kita..... insan dunia.....
   Ekspresikan diri......... !!!

             Lagu karya Guruh Soekarno Putra ini serasa pas menggambarkan geliat BMI  (Buruh Migran Indonesia, sapaan mesra TKW di Hongkong ) dalam kiprahnya berkreatif, berkesenian dan meramaikan sastra Indonesia. Terbukti dalam acara bertajuk " Indonesian Workers Art and Cultural Exhibition " yang digelar pada tgl 27 Janusri 2013 di Houtung Secondary School, Causeway Bay, Hong Kong berjalan meriah. 

             Artis - artis dadakan dari BMI tampil memukau membawakan tari, lagu dan cerita Nusantara dengan apiknya. Diantaranya ada tari gambyong ( Jawa ), tari Jaipong ( Sunda ), tari Merak (Ponorogo), tari Saman ( Aceh ), tari Jaranan ( Jawa Timur ) dan masih banyak tarian daerah lainnya. Tampil pula lagu Butet  ( Batak ), lagu Nelongso ( Jawa ) dan keroncong Indonesia Jaya. Cerita Andhe - Andhe Lumut oleh Arimbi ( Jawa ) mampu membuat penonton tergelak karena digarap dengan selipan humor didalamnya. Belum fashion show yang mengangkat batik dan adat pengantin Nusantara turut memberi warna, betapa kayanya budaya Indonesia. Tidak ketinggalan karya sastra BMI Hong Kong meluncurkan buku berjudul "Empat Musim Bauhinia Ungu" karya Arista Devi. Begitu pula pembacaan puisi oleh Mega Bintang karya Dian Megawati, membuat dada penonton menjadi sesak oleh rasa haru.

Tari Gambyong ( Jawa )

 Lagu Butet ( Batak ) by Juan Join

Tari Jaipong ( Jawa Barat ) by Annie Wong

              Tidak hanya seni, budaya dan sastra, tetapi Bazar Kerajinan juga turut meramaikan IWACE . Dari meja ke meja, kita akan temukan, betapa banyak tangan - tangan terampil dan kreatif yang menciptakan hasil karya cantik.  Semua hand made  dan dibuat disela -sela rutinitas pekerjaan yang padat. Mengingat beban pekerjaan BMI yang hampir 24 jam standby oleh perintah majikan, ini sungguh luar biasa. Lebih dari itu, kemauan belajar di Universitas Kehidupan Hong kong memberikan dampak yang cukup signifikan. Baik dari pola pikir, wawasan, kepandaian juga ketrampilan.

Kerajinan Quilting / Perca

Kerajian Monte /  Manik


           Menurut Crysta, selaku manager TCKLC, satu lembaga charity yang konsen di bidang pendidikan untuk BMI, sekaligus ketua dan humas IWACE mengatakan " Acara ini konsep acaranya autdoor, tetapi karena perizinan delay, terpaksa kita pindah indoor supaya acara tetap berjalan sebagaimana mestinya ". Lebih lanjut Crysta menambahkan " Tujuan acara ini untuk mengangkat seni, budaya, sastra dan karya kreatif Indonesia ke mata dunia. Lebih jauh event ini adalah tempat, sekolah gratis untuk kita semua belajar banyak hal. Saya salut dengan semangat kawan - kawan semua baik panitia maupun peserta ".

             Ya, acara ini memang digarap keroyokan oleh BMI baik secara perorangan atau individu yang konsen di bidangnya masing-masing. Di dukung oleh BNI Remitance, DDHK, dan TCKLC sebagai organizer, IWACE 1 cukup sukses. "Hari itu seolah melihat Nusantara dan hanyut akan keelokan seni dan budayanya" komentar seorang penonton yang tidak mau disebut namanya. 

             Event ini akan berlanjut dan  the next IWACE-2 akan digelar pada bulan April 2013 di Kowloon Park, Hong Kong. Kita tunggu kiprah BMI selanjutnya.

Viva for Migrant Workers Indonesia..... !!!


Tari by Wanodya

Puisi by Mega Bintang karya Dian Megawati

Batik dalam fashion by Alexa Dancer's

Drama si Andhe - Andhe Lumut ( jawa )
 


Joget dangdut by Nyi Ageng
Tari Jaranan ( Jawa ) by Simba Dance's

Kerajian tas tali

Bunga dari berbagai bahan ( Sabun, rafia, monte, tali, stocking, kertas  )

Daur ulang Kardus

Galeri Batik
Indohikers galeri foto dn kegiatan
Buku - buku karaya BMI
TCKLC
Suku Asmat ( Irian Jaya ) by IHL


Panitia IWACE