BINGUNG ADUH BINGUNG !!!
Pelajaran minggu ke 5 semakin menarik. Mulai berfikir pada hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin, tetapi dengan mendapatkan pelajaran boothstrap aku mulai berani memikirkan yang tidak mungkin tersebut. Cara hemat dan cermat untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, itulah boothstrap. Sehubungan dengan dunia usaha, boothstrap dipakai untuk mendapatkan modal usaha. Modal bisa dari diri sendiri, pinjaman atau bahkan tanpa modal.
Waahhhh, menarik sekali !!
Dulu, sewaktu liburnya rutin tiap minggu saya nyambi usaha lumayan lancar. Dari hasil usaha sampingan jualan kerudung, bros, alat-alat bikin bros, buku dan mengajar ketrampilan, alhamdulillah tiap pulang libur bisa dapat tambahan uang. Lumayan untuk menutupi kebutuhan waktu itu yang memang genting. Ajian kepepet memang sangat manjur. Tetapi semenjak akhir tahun lalu, liburnya jadi tidak pasti. Bahkan kadang malah hari biasa. Sementara hari kerja tidak bisa bebas keluar, upppfft !!. Alhasil dan dengan terpaksa tidak lagi usaha karena tidak bisa memenuhi komitmen dengan pelanggan. Berakibat stop pula pemasukan tambahan.
| Mengajar ketrampilan |
Aku down dan terpaksa menerima ini semua dengan pasrah. Kembali ke jaman semula, seperti awal kedatangan di Hkg, sedih dan inget rumah terus. Hiiiikkkzzz.....
Setelah mendapat pelajaran Boothstrap, aku terus merenung. Memutar otak dengan keras. Kira-kira usaha apalagi ya ? Yang bisa kulakukan meski aku tidak libur ? Maka aku nekat membicarakan ideku pada mb Ina, sahabatku. Eh, ternyata gayung bersambut. Tidak lama lagi, meski aku tidak libur tapi aktivitas usaha akan bisa dilanjutkan. Apa idenya itu ? Ssssstttt, masih rahasia. Sedang di godok dan menuju "pecah telor columbus" untuk kesekian kalinya.Tunggu saja tanggal mainnya ya, kawan...
Yang jelas aku sudah menemukan keinginnku dengan Boothstrap. Bagiku boothstrap mengatasi masalah tanpa masalah !! Bagaimana denganmu kawan ??
| Mimpiku |
Diteruskan dengan pelajaran Manajemen operasional dengan menerapkan budaya kerja 5 R. Jika ingin maju dan berkembang, maka perubahan itu mutlak dilakukan. Jepang sebagai negara yang mempunyai etos kerja tinggi, disiplin dan komitmen telah mengajarkan 5 S / 5 R yang juga telah diterapkan di banyak negara. Kaizen berarti perubahan kearah yang lebih baik. "Kai" artinya perubahan atau perbaikan dan "zen" artinya baik. Kaizen merupakan sistem pengambangan produktivitas, kualitas, teknologi, proses produksi, budaya kerja, keamanan kerja, dan kepemimpinan yang dilakukan secara terus menerus. salah satu metode yang diterapkan untuk mendapatkan perbaikan kearah yang baik dengan menerapkan 5 S/ 5 R,Seiri ( Ringkas ), Seiton ( Rapi ), Seiso ( Resik ), Seiketsu ( Rawat ), dan Shitsuke ( Rajin ).
Flashback...... !!
Katakan saya adalah perusahaan. Maka saya mencoba menganalisa diri saya untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik dengan menerapkan metode 5 S / 5 R.
1. Ringkas
Ringkas berarti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya dengan pola atau urutan tertentu. ini dilakukan untuk memudahkan pencarian barang, lebih efisien waktu dan menghindari penumpukan barang pada satu titik tertentu. Pusat barang biasanya ada di pojok ruangan, kolong tempat tidur, atas lemari, celah antar lemari. Biasanya barang-barang tersebut sebagian tidak diperlukan, maka meringkas merupakan cara efektif untuk mengetahui apakah masih bisa digunakan, rusak butuh perbaikan dst.
Saya adalah orang yang tidak ringkas sama sekali. Buku berserakan dimana-mana. tempat tidurku adalah ruang kerja saya. Tidur bersama monte, benang, gunting sudah menjadi hal yang biasa. Bila saya meringkas, maka saya akan kebingungan sendiri. Gunting dimana, benang dimana ? akhirnya ya berantakan lagi. Uppppfft, aneh tidak ya ??
2. Rapi
Setelah meringkas maka langkah selanjutnya merapikan. Mengelompokkkan sesuai dengan urutan abzad, sesuai bahan dll. Dengan menata rapi selain mudah untuk mencari barang juga sedap dipandang mata.
Saya juga bukan orang yang rapi banget. Bisa dikatakan angin-anginan. Jika lagi mau ya bisa rapi betul. Tapi jika kumat malasnya ya berantakan lagi. Berbeda dengan adik saya yang super rapi dan perfect. Waaahhh..... ??
3. Resik
Langkah selanjutnya adalah membersihkan. Kondisi yang bersih membuat badan dan fikiran ikut bersih. Diperlukan waktu berkala secara rutin dan terus menerus untuk mendapatkan hal yng bersih.
Saya suka bersih dan paling benci jika ada kotoran menumpuk. Dalam hal ini saya lebih baik, he he he....
4. Rawat
Merawat adalah menjaga supaya alat atau barang tetap terjaga, awet dan tahan lama. Dibutuhkan konsistensi supaya hal ini bisa terwujud.
Saya jika mempunyai barang cukup awet karena merawatnya. Bisa dikatakan lebih baik.
5. Rajin
Rajin adalah akumulasi dari kesemuanya. Kata orang saya ini rajin. Rajin belajar, rajin bersih-bersih, rajin bongkar sesuatu tapi males untuk menyelesaikan sampai finish ( yang terakhir jangan ditiru ya kawan, hehehehe ...... )
Itu semua adalah saya dimasa lalu, sebelum saya mengerti rasanya susah cari uang. jadi semaunya dan seenaknya sendiri. Lambat laun berubah sedikit demi sedikit dan menjadi lebih baik ketika sudah menikah. Kenapa ? Karena suami kebalikan saya. Orangnya 5 R dan detail. 5 R sudah menjadi bagian hidupnya dan saya mulai belajar darinya. Memang tidak gampang. Butuh kemauan yang sungguh-sungguh, disiplin dan konsistensi secara terus menerus. Saya ingat kata-kata pak Nur yang disampaikan dalam modul materi. "Kita tidak bisa menggenggam dunia dalam sekejap dalam genggaman tangan ", artinya segala hal butuh proses dan waktu untuk mencapai tahap perfect seperti yang di inginkan.
Yuuuk sama-sama mulai menuju perubahan yang lebih baik, kawan. Salam Entreprenur !! Kayauuuu..... !!!
3. Resik
Langkah selanjutnya adalah membersihkan. Kondisi yang bersih membuat badan dan fikiran ikut bersih. Diperlukan waktu berkala secara rutin dan terus menerus untuk mendapatkan hal yng bersih.
Saya suka bersih dan paling benci jika ada kotoran menumpuk. Dalam hal ini saya lebih baik, he he he....
![]() |
| Bersih dan rapi selalu membuat nyaman. |
4. Rawat
Merawat adalah menjaga supaya alat atau barang tetap terjaga, awet dan tahan lama. Dibutuhkan konsistensi supaya hal ini bisa terwujud.
Saya jika mempunyai barang cukup awet karena merawatnya. Bisa dikatakan lebih baik.
5. Rajin
Rajin adalah akumulasi dari kesemuanya. Kata orang saya ini rajin. Rajin belajar, rajin bersih-bersih, rajin bongkar sesuatu tapi males untuk menyelesaikan sampai finish ( yang terakhir jangan ditiru ya kawan, hehehehe ...... )
Itu semua adalah saya dimasa lalu, sebelum saya mengerti rasanya susah cari uang. jadi semaunya dan seenaknya sendiri. Lambat laun berubah sedikit demi sedikit dan menjadi lebih baik ketika sudah menikah. Kenapa ? Karena suami kebalikan saya. Orangnya 5 R dan detail. 5 R sudah menjadi bagian hidupnya dan saya mulai belajar darinya. Memang tidak gampang. Butuh kemauan yang sungguh-sungguh, disiplin dan konsistensi secara terus menerus. Saya ingat kata-kata pak Nur yang disampaikan dalam modul materi. "Kita tidak bisa menggenggam dunia dalam sekejap dalam genggaman tangan ", artinya segala hal butuh proses dan waktu untuk mencapai tahap perfect seperti yang di inginkan.
Yuuuk sama-sama mulai menuju perubahan yang lebih baik, kawan. Salam Entreprenur !! Kayauuuu..... !!!





