Sunday, May 12, 2013

JR # 12

 REFLECTION 
By
Pipit Dwi Ernawati




          " Entreprenuer bukan hanya berdagang, tetapi merupakan jiwa yang menyatu dalam setiap aliran nafas, denyutan nadi dan menjadi roh yang hidup sebagai motor spirit ( AKU ) ".


            Tidak terasa PER Batch2 akan segera berakhir. Apa yang sudah kau dapatkan kawan... ??

Peserta dan mentor PER BATCH2
        Belajar hal - hal baru itu sangat menyenangkan. Bertemu dengan kawan baru, beradaptasi kemudian berdiskusi, itulah yang terjadi diawal kelas. Karena lewat dumay kebanyakan satu dengan lainnya tidak saling kenal. Tentu saja sulit menyatukan pendapat dari kepala berbeda, dengan latar pengetahuan yang berbeda pula. PER mengajariku untuk lebih bisa menghargai pendapat orang lain, berbagi support, saling mengisi dan menerima. I'm love'nt !!. Melihat sekeliling dg sudut pandang yang berbeda dan ternyata ada peluang dimana-mana.

       Sudut pandangku terhadap banyk hal juga berubah. Sekarang jika berjalan kemana saja, selalu kamera disaku, jepret sana-sini untuk bahan inspirasi. Mengamati dan menganalisa secara tidak sadar menjadi kebiasaanku. Aku mematahkan kata imposible pada diriku sendiri. Dengan berusaha sedikit lebih keras, out of the box, nothing imposible in the world. Seperti juga Entreprenuer, bukan hanyan milik satu golongan tertentu, bukan karena keturunan tetapi entreprenuer bisa dipelajari dengan sungguh-sungguh. Teori Evektuasi dari Saraswati aku resapi betul dan gali lebih dalam. " Dari apa yang ada, yang aku bisa, yang ada disekitar, optimalkan". Itulah kunci menuju peluang usaha yang akhirnya terbaca dengan sendirinya. Harta karun yang selama ini sering kita lupakan. Bisa jadi ada pada diri kita sendiri, sekeliling kita. Harta karun itu bisa disebut hobi, keahlian, ketrampilan, kecakapan dll.

         Pada awalnya aku merasa mantap dan yakin dengan pilihan usahaku. Kemudian menjadi berubah-rubah tidak jelas arahnya. Dalam setiap diskusi, Pak Teddy sering berteriak " udah, fokus aja satu dulu. Klo di ubah - ubah terus ga bakal nemu titiknya. Jadi pengusaha itu ga gampang, tapi juga ga susah banget. Pake ilmu, pake strategi, ga asal hantam kromo saja". 

Kinarya Pernak-Pernik
         Aku cuma nyengir dan garuk - garuk kepala menanggapi dosenku yang penuh semangat ini. But, inilah yang dinamakaan proses. Untuk menemukan usaha yang pas dengan hatiku butuh proses berganti-ganti sampai akhirnya aku yakin, inilah yang aku mau. Dengan  menerapkan boothstrap ( cara hemat, cermat & efisien dalam mencapai suatu keinginan ) membuat masalah demi masalah yang kuhadapi mendapatkan solusinya. Dulu, setiap ada masalah apapun bentuknya aku selalu hopless duluan. Kemudian membiarkan masalah itu terbengkalai tanpa penyelesaian yang pasti. Alhamdulillah, pola pikirku menjadi terbuka sekarang. Masalah bukan untuk dihindari, tetapi dalam setiap masalah yang ada yang mampu kita pecahkan, disitulah kunci jalan keluar.

           Pada saat aku memutuskan bahwa project-ku adalah Kinarya Pernak - Pernik ( bidang ketrampilan yang berdasarkan hobi, aku geluti selama di Hong Kong 2 th terakhir ini ), pada saat yang sama aku terjerembab pada cinta lamaku, buku. Dengan beberapa teman se-visi berdirilah Pondok Buku 61 yang resmi lounching tanggal 21 April 2013 ( bertepatan dengan hari Kartini, esoknya hari bumi dan esoknya lagi hari buku ) dengan Entreprenurship sebagai garis tepinya. Apakah ini membuatku bermasalah pada usaha pernak-pernikku ? Tidak !! Karena aku menyukai keduanya, aku rela menghabiskan waktu untuk memikirkan keduanya. Keduanya saling berkaitan satu sama lain menjadi partner istimewa yang tak terpisahkan. Its my passion. Aku menemukannya tidak instan, tetapi melalui proses dan berganti -ganti ide.


          Masalah terbesar dalam proses pembelajaran ini adalah kegaptekanku yang lumayan parah. Ya, karena semua proses pembelajaran menggunakan fasilitas internet, sementara aku buta sama sekali soal internet. Hanya bisa facebook saja, parah kan ?? Jadilah aku harus pontang-panting disela pekerjaan & tugas negara. Sementara kegiatan dihari libur juga cukup padat. So, aku harus belajar lebih keras, bertanya lebih banyak kepada teman-teman yang sudah pandai agar tidak ketinggalan. Cukup keteteran dn yang pasti mengurangi jatah istirahatku di malam hari. Noena, Crista, Rivani, adalah orang-orang yang selalu kukejar jika aku menemui kesulitan dalam akses internet dan perangkatnya. Ini yang paling tidak pernah aku lupakan. Dari sini pula sudut pandangku terhadap fungsi internet berubah 180 derajat. Ternyat dunia ada didepan mata hanya dg meng-klik yang ga sampai sedetik ( jika jaringan internet lancar loh ).


         Membuat toko online dan video untuk promosi toko online adalah tugas paling berat untukku, berkaitan dengan kegaptekanku yang tingkat payah. Alhamdulillah, toko online bisa aku selesaikan selama 2 hari 2 malam, lembur. Tetapi pada tugas Video yang harus di unggah di youtube dan toko online, aku stress !! Aku hampir menyerah dan bilang, ini diluar kapasitasku. Bukan kemampuanku. Tetapi pak Nur Agustinus dengan kesabarannya terus menyemangatiku.

Belajar komputer rame-rame
      " Jangan mudah merasa hopeless.. kehilangan harapan dan merasa tak berdaya... ayo tetap coba dibuat jika waktunya sudah memungkinkan. Jangan menyerah ya... saya yakin Pipiet bisa, jadi cuma masalah kendala waktu. Tak apa terlambat tapi tetap dikerjakan ya... submit/turn in tugasnya ketika sudah menyelesaikannya... Semua ini adalah proses jadi jangan putus asa ketika terlambat. Coba dikejar ya... ( Copas dari inbok pak Nur )

Ya, ini terjadi karena aku salah lihat batas terakhir turn in tugas Video. Hal yang selama ini tidak pernah terjadi padaku ( meskipun turn in-nya selalu dibatas akhir, he he.. ). Padahal aku belum mengerjakan, tepatnya tidak tahu dari mana mulainya. Sementara liburku jarang, aktivitas Pondok Buku 61 yang kurintis grafiknya naik. Sehingga konsentrasiku tersedot pada Pondok Buku 61. Akhirnya, dalam keadaan yang drop ( efect kurang tidur ) tugas Video bisa kuselesaikan dengan susah payah. Pada tahap editing kukerjakan pada tgl 30 mei malam sampai jam 4.30 dinihari. Upppffttt....  !! Memang jauh dari sempurna, tetapi yang lebih penting adalah pembelajaran didalamnya. Aku mematahkan lagi kata tidak bisa, menjadi ternyata tidak sulit kok. Inilah hasilnya, toko Onlineku bisa diakses kinaryapernakpernik.miiduu.com dan video online bisa dibuka http://www.youtube.com/watch?v=g9xifBhlfzw&feature=share. Like, like, like ya....

       Pembelajaran ini akan segera berakhir, tetapi tidak di hatiku. Justru ini awal dari segalanya. Memang tugas-tugasku jauh dari sempurna, kadang tidak seperti yang kuinginkan, tetapi paling tidak aku menjadi tau apa yg harus aku lakukan untuk hidupku kedepan.... Aku terus belajar dan berproses ini akan membawaku pada impianku " rumah kelinci, rumah baca, rumah kreatif dan rumah kuliner di satu lokasi ". Kedengarannya gila ya... he he... Masih jauh dan panjang perjalanannya dan aku sudah memulainya dari titik ini. Orang lain bisa, dia bisa, aku juga bisa !!!

        Terima kasih untuk kesempatan yang indah ini, bisa belajar dengan sepenuh hati. Para dosen UCEC yang membimbing kami dengan tidak mengenal waktu, pak Nur Agustinus, pak Teddy, bu Poedjiati, terima kasih. Rivani, mentorku yang cantik, yang selalu aku teror dengan segala tanya tentang gaptekku. Kejora my groups, Sang Angin, Yumiko dan mb Wien, kita akan bersinar seperti bintang kejora suatu hari. My Classmate B, dan seluruh peserta PER BATCH2 Indonesia, Malaysia, Hong Kong dan Korea, terima kasih untuk sharing-sharingnya. Terus nyalakan api entreprenuer di dalam dada, jd sumbu semangat pada kerasnya kehidupan. Jangan menyerah kalah sebelum berperang, jatuh bangkit lagi, bangkit lagi.... We can do it !! Lebih dari yang kita bayangkan.

      Its my Reflection,  SALAM  ENTREPRENUER..... !!! 

Buku-buku motivasi, by Pondok Buku 61








Belajar bersama ketrampilan












Customer Pondok Buku 61







Wednesday, May 8, 2013

JR # 11

Dari  HOBY  Menjadi  HOKI
***
(  MY  PROJECT  )




           Aku menyukai kerajinan sejak dari dulu. Tetapi tidak pernah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan. Lebih tepatnya tidak menemukan salurannya. Baru ketika di Hong Kong aku bertemu dengan mbak Ruby dan mulailah aku belajar membuat manik - manik. Awalnya sanagt sulit, maklum aku bukan tipe orang yang telaten. Tetapi cinta ( panggilan mesra untuk suamiku ) selalu menyemangatiku.

          " Belajarlah sampai tuntas, neng. Jangan setengah - setengah. Karena tidak akan ada gunanya. Hanya buang waktu dan tenaga tanpa hasil " pesan cintaku.

          Bismillah, aku bertekad bahwa aku bisa dan tak akan menyerah sebelum memenangkan pertandingan. Sejak itu, aku seperti menemukan oase yang selama ini kucari.  Ini pula yang aku ajukan sebagai project akhir dari kelas PER BATCH2 ( bersamaan dengan lounching Pondok Buku 61, Library & Shoop book's ). Hobi yang sedikit mengalihkan rasa rinduku yang membiru kepada orang - orang yang kucintai ( suami dan anak ). Hobi yang menyelamatkanku dari kesulitan ekonomi akibat musibah yang datang silih berganti. Hobi yang akhirnya membawaku berkenalan kepada program "Mandiri Sahabatku", bertemu UCDE ( Universitas Ciputra Distance Education ) dan belajar Entreprenurship.

            Project ini aku beri label " KINARYA PERNAK - PERNIK "
Menyediakan segala macam acessoris, bros, souvenier, tas tali kur, buku - buku kerajinan, peralatan ketrampilan, workshop ketrampilan dengan harga yang menarik baik eceran atau grosir.

        Dalam project ini, diwajibkan untuk tes pasar dan bikin video yang diletakkan pada toko online. Pada tugas tes pasar, aku tidak mengalami kesulitan karena sebagian product aku buat sendiri dan sudah berjalan 1 tahun lebih. Aku melayani baik eceran atau grosir. Tentu ada harga grosir yang menarik, sehingga para reseller juga mendapatkan untung. Dan sejauh ini jarang yang komplain tentang productku karena sebelum ada transaksi sudah ada guaranted--nya. Yaitu, barang yang tidak disukai, rusak atau cacat bisa ditukar. Dengan demikian customer dan reseller merasa aman. Namun demikian bukan berarti tidak ada masalah. Seringkali mendapat order dari Indonesia, tapi sayang belum bisa memenuhi karena kendala harga dn ongkir yang mahal. Masalah lain datang dari bahan baku yang stocknya habis, kadang malah tidak ada. Tak jarang harus import dari Indonesia.

       Make a video yang harus di unggah di Youtube dan toko online.....  Upppss, bikin senewen.... !!!!
      
      Permasalahane aku gaptek tingkat kabupaten, hiikkz... Kemudian aku salah lihat postingan di Edmodo. Perasaan batas akhir turn in tgl 30 April, so akunya agak santai. Kebetulan order bros dan buku meningkat, ditambah dengan persiapan lounching Pondok Buku 61. Apalagi nenek dari Cina datang, maka repot banget. Eh, ternyata batas akhir turn in tgl 24 April ( alasane banyak ya... he he he  ). Dengan waktu yang sudah kadaluarsa, kondisi badan yang drop akhirnya tugas selesai pada tgl 30 April tepat jam 4.30 pagi. Alhamdulillah... !! Meski belum sempurna tapi garapan sendiri, dengan segenap kegaptekannku akhirnya tugas turn in juga meski terlambat. Terima kasih atas toleransi waktunya, Pak Nur. Entah dapat nilai berapa, itu tidak lagi penting bagiku. Yang terpenting aku berusaha semaksimal mungkin dan mengaplikasikan langsung ilmu yang kudapat.

        Untuk semua kawan-kawan yang membantuku, Sang Angin, mb Ina ( reseler terlamaku ), jeng Danik ( partner setiaku dalam suka dan duka ), my reseller, customer, karena kalian aku bisa berkarya.... Tengkyuu  !! 

        Dari  HOBY menjadi HOKI..... ?? Why  not.... ??


My product
 

Product siap meluncur di pasaran


Buku kerajinan

Wokshop ketrampilan

Tuesday, May 7, 2013

JR # 10

TOKO ONLINE, IYEEESSS..... !!!




          Pernahkan kau bermimpi punya toko online, kawan.... ??

          Aku sama sekali tidak. Berfikir saja tidak pernah. Punya toko sembako atau kelontong saja aku mikir dua kali, he he he.... Satu - satunya toko yang ingin aku punya adalah toko hand craft. Kenapa ? Karena saya suka. Titik tidak pakai koma. Ketika berjalan di pusat perbelanjaan atau galeri kerajinan, mataku langsung ijo alias mupeng ( muka pingin ). Betapa bahagianya jika punya toko semacam ini. Ya, sebatas itu dan tidak tau lagi jalannya kemana.

        Alasan lainnya, karena aku gaptek alias gagap tekhnologi yang lumayan parah. Kenapa ? Ya tidak suka. Ribet. Tetapi ikut kelas PER BATCH2 mengubah seluruh pandangan negatifku tentang si dumay ( duuuhhh, telat banget ya... ).

         Bikin blog, awalnya susah minta ampun. Jangan tanya kenapa lagi dech... he he he. Kegaptekanku sudah tingkat parah. Aku bertanya kesana-kemari, kepada kawan-kawanku yang kuanggap mahir. Alhamdulillah, kegigihanku akhirnya mematahkan kata tidak bisa menjadi tidak susah kok ( meski harga yang harus kubayar adalah tiap malam begadang dan jam istirahatku berkurang ).

           Dari Blog ( jurnal ) menuju blog untuk toko online ritel. Tidak mudah untuk aku yang memang gaptek, 2 hari 2 malam aku lembur untuk mengerjakan blog toko online. Meski belum sempurna, aku memberikan penghargaan untuk diriku sendiri atas kerja kerasku. Nilainya 9 untuk kegigihanku, hi hi hi hi..... ( silahkan jika mau protes, boleh kok ).

         Toko online Ritel ini berfungsi untuk promosi product kita, tujuannya supaya pangsa pasarnya lebih luas. Gampangnya, jika aku punya toko pernak-pernik, paling orang se-kecamatan atau paling banter se-kabupaten yang tau. Tetapi dengan internet, maka seluruh dunia bisa mengakses pada detik itu juga. 

         Ada satu temenku bilang ketika aku sharing dengannya, "ga punya modal pun kamu tetep bisa jualan lewat internet. Tidak perlu sewa tempat, tinggal promosikan saja barang orang lain jika benar-benar tidak punya product. Banyak kok  wirausaha muda lahir dari rahim toko online".

          Inilah yang makin menguatkan langkahku, yakin dan fokus kepada tujuanku. Jalan salah satunya mungkin dengan toko online. Suatu hari, insyaAllah akan aku jalankan dengan serius. So, ga punya modal masih jadi alasan lagi untuk tidak berwirausaha ??  Asal ada komputer dan jaringan internet.... Hmmmm, kayaknya enggak banget lah yaaaaa...... * ting.

* Note : Jangan lupa kunjungi toko online-ku di alamat : kinaryapernakpernik.miiduu.com/
Terima kasih.

Monday, May 6, 2013

JR # 9


BISNIS MODEL CANVAS
***
( Kinarya Pernak-Pernik )

 


            Sampai diperjalanan ini, ngo hok hou to ye.... 

      Selalu saya menulis jurnal sesuai dengan yang kurasakan, yang kufahami ditiap minggunya. Meskipun belakangan jadi telat mengerjakan tugas karena beberapa hal. Ternyata tradisi menunda dan ajian kepepet masih sulit hilang dari kebiasaanku. Ditambah orderan bros dan buku yang makin meningkat, membuatku seperti kehabisan waktu. Jika saja boleh nambah jam, lebih dari 24 jam mau deh... he he he
     
        Bisnis Model Canvas ( BMC ) yang kuterima di minggu ke-9 sangat membantu dalam menunjukkan arah usahaku. Dengan mempelajari BMC dan mencatat aspek secara detail apa-apa saja yang terlibat di dalam usahaku, hmmmmm... Ternyata banyak pihak yang terlibat dalam usahaku, yang naifnya selama ini aku abaikan. Padahal jika kita bisa menjaga hubungan baik dengan semua komponen penunjang usaha kita, maka usaha kita akan lebih mudah dalam segala hal.

        Contohnya adalah key partner atau partner kerja kita. Siapa saja yang terlibat kerjasama dengan usaha kita? Dengan mencatatnya secara detail maka aku tahu mana partner yang membuat usahaku maju atau sebaliknya menghancurkanku. Bekerjasama dengan partner its good, tetapi bekerja sama dengan pesaing, disitu point lebihnya. Istilah yang dipakai pak Nur adalah " simbiosis mutualisme " atau kerjasama saling menguntungkan. Karena mereka usahaku bisa terus ada dan bergerak. 

       Ada pertanyaan klise yang menghantuiku atau sebagian kawan wirausaha pemula, kenapa usaha mereka cepat berkembang sementara punya saya begini - begini saja alias jalan ditempat ?

         Value Preposition, ini jawabannya. Apa yang menonjol dari usaha kita? Kelebihan product kita apa? Value ( nilai tambah ) apa yang diberikan kepada konsumen? Dan saya merenung, terus merenung sampai kepala saya sakit, sampai dititik tertentu saya menemukan formulanya. Kreatifitas !! Apapun bidang kita, kreatifitas jangan pernah sampai mati.

            So, apa yang bisa kuambil dari pelajaran BMC ?
        
       Jawabnya, aku semakin mantap dalam melangkah menapaki dunia entreprenuer dengan segala prosesnya. Hal - hal kecil yang aku anggap dulu hal sepele, kini tak lagi kuabaikan. Karena mungkin saja dari bagian kecil itu bisa jadi titik balik sukses usahaku. Dengan BMC pula aku tahu kelemahan dan kelebihanku. Pun ketika ada masalah segera mencari solusi bukan malah menghindari supaya masalah tidak menjadi besar. Masalah bukan dihindari, justru sebaliknya. Cari solusinya dan dapatkan kunci suksesnya. BMC ibaratnya peta usahaku, kemana jalannya kitalah sopirnya. BMC membantu mengarahkan supaya aku lebih fokus. Dengan BMC, Bismillah aku startup usaha dengan penuh perhitungan dan berusaha meminimalisasikan resiko sekecil - kecilnya. 


        " Dulu, mimpi-mimpiku hanya berani kucatatkan  dalam angan-angan semata. Sekarang, aku berani menuliskan mimpiku, membaginya dengan orang lain dan berusaha mewujudkannya. BMC adalah solusi, sehingga aku tak kehilangan fokusnya....."

            Salam Entreprenuer, kawan...  !!!



Partner buku


Pelatihan desain Grafis ( Pengembangan SDM )
          

Workshop membuat tas dari tali kur