Saturday, June 29, 2013

INSPIRASI

YES, YOU CAN !


Aku pernah bermimpi, tapi tidak pernah seyakin ini akan mampu mewujudkan mimpi itu, kawan !!!

Aku yang dahulu sering mengeluh, sering mempertanyakan keadilan Tuhan. Mengapa aku begini ? Mengapa hidupku tidak berubah ? Mengapa teman - temanku sukses sementara aku begini saja ? Kadang aku menyalahkan orang tua, mengapa aku terlahir dari keluarga tak berada ? Mengapa hidupku pas-pasan dalam segi ekonomi ? Bahkan bisa di bilang susah ! Masih banyak mengapa dan mengapa yang kupertanyakan kepada Tuhan di malam2 sendiri, di loteng, di pohon jambu, di tepi sungai atau di pematang sawah. Upppfffttt  !  Rasanya hidup ini sangat tidak adil bagiku !.

Aku seperti di ombang - ambing oleh kehidupan, apa yang ku ingin, apa yang kucari seperti kabur bersama angin yang lalu.

Sampai aku terjerembab ke negeri Jacky Chan, Hong Kong !

Tak pernah aku bermimpi ada disini, apalagi menjadi seorang BMI ( Buruh Migran Indonesia, sebutan TKW untuk wilayah Hong Kong). Mimpiku sejak kecil adalah punya perpustakaan sendiri supaya aku bisa baca sepuasnya. Jadi psikolog supaya aku bisa banyak ketemu orang. So simple !

Meski begitu, aku tidak minder dengan kehidupankua sekarang. Justru di negeri Paklik Jacky Chan ini saya menemukan mimpi aku yang hilang. Bergesekan dengan berbagai orang yang dengan ikhlas hati berbagi, mulai dari berbagi makanan, tempat, kegembiraan, sedih, tertawa, ilmu dll. Victoria Park adalah universitas kehidupan gratis yang mengajarkan bidang-bidang kehidupan yang dimanapun tidak akan di dapatkannya  ( baca kisah lengkapnya di edisi VICTORIA PARK, Universitas Kehidupan ). kemudian aku bertemu program Mandiri Sahabatku, bergesakan dengan Universitas Ciputra dan akhirnya aku menjadi salah satu mahasiswanya yang kini sedang menimba ilmu Entreprenuership. 

Dari titik ini, sungguh aku tahu siapa diriku, kemampuanku, hobby-ku, keinginanku yang jika diasah dengan benar - benar hasilnya luar biasa. Dan dengan percaya diri aku akan bilang, YES, I CAN pada mimpi-mimpiku.

Ada cerita menarik yang aku ambil dari buku YES, YOU CAN !  Buku yang membuatku terhenyak untuk kesekian kalinya, menotok kesadaranku bahwa sesungguhnya banyak hal yang bisa kita lakukan daripada sekedar mengeluh saja.

Ini Cerita Tentang Naseem, pemain perkusi dalam kelompok DEBU,

Naseem hijrah ke Indonesia 13 th yang lalu, ketika ditanya tentang pelajaran terbaik dalam hidupnya ia menjawab, " bahwa kita bisa melakukan apa saja". Pelajarn tersebut didapat dari ayahnya. So simple. Kita bisa melakukan apa saja jika kita berniat melakukannya. 

Pada saat memulai Debu, mereka sama sekali tidak bisa memainkan alat musik. Hingga mahir luar biasa seperti sekarang. Ia juga berlatih keras membangun vokalnya menggunakan komunikasi video dengan teman - temannya yang ahli di Turki. Sehingga ayahnya sendiri berkomentar, " Ternyata kamu bisa menyanyi, saya pikir suara kamu seperti tikus !" yang di sambut senyum oleh Naseem. In Fact, suara Naseem luar biasa.

Naseem juga pernah belajar menjadi bidan sewaktu di Amerika dan akhirnya mampu menolong seorang dokter di Makassar untuk menjadi bidan paruh waktu di kliniknya. Selain itu, ia juga mahir angkat besi, kegiatan yang sudah dilakukannya sejak 7 tahun yang lalu atas bimbingan suaminya. Belum terhitung kemampuannya untuk belajar bahasa.
Naseem adalah sosok Inspiring !!

Tulisan terkhir dr penulis buku YES, YOU CAN ini yang membuat sy tercekat. Padahal mb Ollie, sang penulis adalah seorang entreprenuer muda yang memiliki segudang prestasi, usaha, menjadi pembicara di workshop dalam berbagai bidang ( penulisan, buku, fashion, gadget, traveling, hijub, aktivis di beberapa komunitas dll ). Isinya begini :

Saya memang telah mencoba melakukan banyak hal dalam hidup saya, tetapi ada hal - hal yang saya '"menyerah " melakukannya karena saya pikir saya tidak punya bakat. Salah satunya menyanyi. OK, mulai sekarang saya akan pursue apa saja, because I can do everything. Salah satu quote yang saya suka dari ayahnya Naseem adalah, " Naseem, jangan sampai kamu merasa bosan. Bosan artinya tidak mensyukuri banyaknya karunia hidup yang diberikan oleh Allah ".

Get busy. You can do everything. 
YES, YOU CAN ! 


Menjadi host film dokumenter by Bisa Care


Bersama, penggagas IWACE


Bazar IWACE, menjadi guru ketrampilan


Pondok Buku 61


 




 


Wednesday, June 26, 2013

JURNAL

WE ARE THE CHAMPION

**********

Lulus

Alhamdulillah.....

Lega, gembira, haru itu yang kurasakan. Akhirnya hari itu tiba, Minggu 23 Juni 2013 secara resmi Pak Teddy menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada lulusan PER Batch 2, UCEO  ( Pengantar Entreprenuer Ritel Batch 2, Universitas Ciputra Online ) untuk mahasiswa di Hong Kong. Kelas Entreprenuer ritel yang diselenggarakan via online mulai tgl 7 Januari -  15 Juni 2013.

Rasanya tak percaya, tetapi nyata. Euforia kelulusan menyergap sejak beberapa hari sebelum hari H, setelah ada isyu pak Teddy, wali kelasku akan datang ke Hong Kong sebagai perwakilan UCEO ( seandainya saja semua dosen hadir, Pak Nur, Bu Poedji lengkap dan bahagialah kita ) untuk penyerahan sertifikat. Rasa penasaran itu begitu kuat menguasai hati. Membayangkan seperti apakah Pak Teddy ? Seramai dan sesemangat di kelas skype-kah ? Sebab di kelas skype dan diskusi kita sudah biasa ber ha ha ha, hi hi hi... Apakah ketika bertemu nanti akan demikian atau harus jaim.... hiikkkzzz

Dan ketika hari itu tiba, wuiihhh ternyata pak Teddy gokil dan rame. Langsung kita semua akrab sama seperti situasi di diskusi skype. 

Terlepas dari itu semua, aku bahagia. Satu babak telah aku lewati. Pembelajaran demi pembelajaran membuatku makin semangat & harus lebih banyak belajar lagi. Pandanganku jauh berubah, menatap ke depan dengan penuh percaya diri. Proses ini akan terus berlanjut, kawan. Mungkin belum besar, tapi bukankah impian yang besar harus dimulai dari yang kecil ? Yang penting just do it, lakukan dengan sepnuh hati, riang gembira, tra la la la....

Seandainya aku tidak ikut kelas ini, tidak bertemu dengan dosen - dosen yang penuh dedikasi, pak Nur Agustinus yang sabar, pak Teddy yang semangatnya luar biasa, dan bu Poedji yang ngemong mungkin aku juga masih menjadi BMI yang GALAU, yang ga tau mesti bagaimana dan menjadi apa. Meski mempunyai tujuan tapi tak terarah. Tapi sejak ada kelas Mandiri Sahabatku yang digagas Bank Mandiri dan Ciputra ditambah ikut kelas PER Batch 2, tujuan itu semakin terarah. Aku tau apa yang harus aku lakukan dan targetkan dalam kurun waktu 1 th ini, 2 - 5 th mendatang. Aku akan menjadi apa, dimana, dan siapa, semua dipetakan dg jelas. Mewujudkan step by step. Aku sdh memulainya !

Di buku yang pernah aku baca, Mimpi boleh saja besar tetapi jika tidak kita mulai akan jadi sang mimpi bunga tidur saja. Untuk mewujudkan mimpi itu perlu dimulai dari hal yang kecil, kerja keras, berani capek dan keluar dari Zona Nyaman. Think's out of the box !

Kawan - kawan semua di PER Batch 2, selamat ya... semoga pembelajaran ini membuat kita makin semangat untuk mewujudkan asa di dada. Tanpa terkecuali, I lop u full... Ga da loe ga rame.... he he he....








Saturday, June 15, 2013

INSPIRASI

TRUE STORY : MY BOSS
 


Aku tidak tahu nama lengkapnya. Biasa di panggil Mas Arie. Dia pemilik stasiun radio komunitas di Magetan, RWG FM, tempat aku siaran pada masa itu. Bukan radionya yang pingin aku bagi ceritanya kepadamu, kawan. Tetapi jalan hidupnya, keuletannya, dan kemauannya yang keras dalam menjalani kehidupan disamping kekurangan yang dia miliki. Semangatnya yang tak pernah padam, mengantarkan kesuksesan di usianya yang baru 30 th. Sukses untuk ukuran orang kampung untuk pemuda yang penuh semangat.

Mas Arie lahir dari keluarga biasa saja. Ibunya buka warung di pasar Gorang - Gareng, Magetan dan Bapaknya membantu usaha di warung itu juga. Ketika SD kelas 6 ( jika saya tidak salah ) Mas Arie kecelakaan, terseret lory / kereta tebu sehingga Mas Arie harus rela kehilangan salah satu kakinya. Kaki kanan Mas Arie harus di amputasi samapi lutut. Bayangkan.....!! Apa yang ada di benak anda jika punya kondisi seperti ini. Hopless....!! Putus asa....?? Ya. Begitu pula mas Arie. Hari-harinya menjadi kelabu dan suram. Maka tumbuhlah Mas Arie menjadi seorang yang pendiam. Tetapi di balik diamnya itu, Mas Arie menengelamkan dirinya pada dunia yang disukainya, elektronik. Mas Arie sangat suka utak-atik elektronik. Tangannya tidak pernah mau diam. Mas Arie tidak patah semangat atas apa yang menimpanya. Hari - hari sulit itu dilaluinya dg sabar. Percaya bahwa takdir Tuhan yang terbaik untuknya.

Masa terus berjalan. Waktu bergulir sebagaimana mestinya. Mas Arie semakin gila dengan dunia Elektroniknya. Semua hal dipelajari secara otodidak. Dimulai dari radio Brik-Brikan ( ini bener tidak tulisane ) akhirnya pelan-pelan Mas Arie bisa membangun studio radio mini. Perangkatnya sederhana dan manual semuanya. Jika ada request lagu harus bolak-balik edit kaset atau CD sampe ruwet dn kusut. Lama-kelamaan kemudian mulai bertambah perangkatnya menjadi modern dan tidak kalah dengan radio swasta di seputaran Magetan, Madiun, Ponorogo. Tau darimana dananya.....?? Dari hasil Mas Arie reparasi berbagai elektronik yang memang menjadi hoby-nya. Dan semua itu dia dapat bukan lewat jalur sekolah. Tapi Otodidak. Dari otak - atik secara terus menerus tanpa lelah, tanpa mengeluh.
Cacat bukan halangan untuk terus berkarya. 

Ketika saya masuk dan siaran disana th 2006, RWG FM sudah menjadi salah satu radio lokal yang cukup ternama di wilayah Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Tidak cukup hanya itu. Mas Arie terus mengembangkan sayapnya. Warnet pun berdiri. Persewaan sound sistem dan peralatan orkes dangdut juga dijabani. Video shooting untuk acara-acara formal dan pernikahan / hajatan juga ada. Sekali lagi, semua itu dari kantongnya sendiri. Dari Keringatnya sendiri  tanpa bantuan dari pihak manapun.

Diusianya yang sekarang 30 th,untuk ukuran orang kampung yang tidak makan bangku kuliah ( sekolah cuma sampai STM ) Mas Arie sudah cukup sukses. Punya mobil, bbrp usaha spt yang sudah saya sebut di atas.

Naahh.....utk sahabat yang kangen dengan suasana radio di kampung halaman bisa dengerin via streamingnya di http:/rwgfmmagetan.blogspot.com

Boss, u're my inspiration  !! Thank's sdh pernah jadi bagian RWG FM.... Semoga makin jaya di udara. Ciaayooooo.... !!!

Thursday, June 13, 2013

INSPIRASI USAHA

TOP  POT  BAKERY

Ikon & model


Dua hari yang lalu, 11 Juni 2013 toko roti ini resmi di dirikan, Top Pot Bakery namanya. Sehari sebelum di resmikan toko sudah dibuka, pre-opening. Awalnya aku tidak tertarik karena kupikir sama seperti toko roti pada umumnya, namun melihat brosurnya keren ehmmm boleh juga. Lumayan untuk koleksi. Hobby baruku, mengkoleksi brosur2 cantik, hiiikkkzz.... Suatu hari pasti bermanfaat, siapa tau bisa menginspirasi, itu saja pikirku. 

Pas hari pembukaan, barulah aku merasa toko roti ini kayaknya berbeda tetapi aku belum menemukan letak bedanya dengan toko roti yang lain. Berderet-deret karangan bunga berjajar sepanjang jalan, belum lagi yang di dalam toko penuh sesak sampai diatas rak. Maka akupun lebur dalam euforia pembukaan, jepret sana - jepret sini. Karangan bunga itu sungguh sayang dilewatkan untuk difoto dengan kamera olympusku.

Top Pot Bakery
Hari berikutnya saya jadi penasaran. Kok toko ini rame banget ya. Orang keluar masuk seperti laron. Akhirnya aku sama sailo ( sebutan anak majikanku yang kecil, asuhanku ) memberanikan masuk ke dalam. Ternyata toko roti ini memang berbeda dari kebanyakan toko roti yang pernah kulihat di Hong Kong. Ada rak terbuka dari kayu tanpa kaca berjajar mengelilingi ruangan. Di rak ini berjejer manis aneka fong pao ( roti tawar - red ) dan semacamnya yang sudah di kemas plastik terbuka. Kenapa harus terbuka plastiknya ? Karena semua roti di toko ini san sin alias masih baru. Jadi masih ada uap panasnya di dinding plastik. Di bagian tengah toko terdapat meja segi empat besar dan terbuka. Jadi ketika orang mau beli harus berkeliling meja itu seperti mengantri. Yang unik, pada setiap roti yang ada ada taster-nya. Kebanyakan orang Hong Kong memang begini jika bisnis kuliner. 

Pada sore harinya aku sempatkan mampir lagi bersama si Koko (sebutan untuk anak asuhku yang besar-red) yang penasaran dikarenakan sailo cerita penuh semangat pas menjemputnya pulang sekolah. Ternyata  secara berkala roti yang keluar berbeda  rasa dan penampilan meski bentuknya sama.

Yang membuatku agak heran, biasanya meja kasir ada di depan dekat pintu keluar. Tapi ini malah dibelakang dekat dengan pintu dapur roti yang dibuat setengah terbuka. Sepertinya disengaja supaya orang bisa melihat secara langsung proses pembuatan roti dan kesibukan kokinya. Yang terlintas dibenakkua, toko ini menerapkan sistem kepercayaan kepada konsumennya. Jadi inget sama MADRE, buku karya Dee yang juga mengulas tentang usaha roti / bakery. Mungkin seperti ini kali ya...

Antrian di meja tengah
Lebih kaget melihat harga roti yang tidak biasa. Aku harus bilang wouuwww... !!! Harga sepotong roti paling murah $ 20, harga roti tawar saja $ 32. Cukup fantastis untuk harga sepotong roti. Apalagi kawasan itu bukan kawasan elit, pusat perbelanjaan atau mall. Toko itu ada di pinggir jalan besar, dr MTR Prince Edward exit C1 kekiri, tapat disamping Mc Donald, toko obat dan toko biasa lainnya. Meski begitu yang antri masih terus menyemut dan tidak pernah sepi. Setelah aku icip-icip dari tester yang memang disedikan, baru aku tahu kenapa orang-orang itu rela merogoh koceknya lebih dalam untuk sepotong roti yang mahal?. Rasanya memang beda, nendang !. Rasa yeast-nya kerasa dan pas bgt. Terasa lembut di mulut. Beda dengan roti - roti pada umumnya. Cenhai hou-hou sek ( benar - benar enak- red ), kata Sailo. Aku tidak ahli dlm bidang roti dan pastry, tapi dari buku-buku yang kubaca mungkin inilah roti-nya para none-none Belanda.

Penasaran... ?? Silahkan datang sendiri untuk yang domisili di Hong Kong... Sekali lagi tempatnya di Prince Edward, MTR exit C1 ke kiri, samping Mc Donald.  Semoga bermanfaat dan menambah inspirasi usaha...

Salam Entreprenuer  !!!


katalog harga ( Mahal !! )




Sailo action di acara peresmian
 

Wednesday, June 12, 2013

INSPIRASI

RUMAH  DUNIA


" Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-Kata " 
( Gol A Gong, Prasasti 1996 - 2001 )


Kalimat itu membuatku tertegun. Sungguh membuatku terhentak !! Kekuatan kata-kata mampu membangun sebuah komunitas yang mampu menjadi cahaya dn tonggak perubahan yang dinamis. Dunia Literasi mampu menggeser kekuatan golok berubah menjadi pena ( Serang, Banten terkenal dg sebutan tanah jawara yg lekat dengan golok). Rumah Dunia mampu mengubahnya, Asah penamu, bukan golokmu !!

   
Balai belajar
ADA PAMEO mengatakan, orang miskin dilarang bermimpi ! Oleh karena itu saya datang ke Rumah Dunia, sebuah komunitas yang membolehkan, melindungi, menganjurkan, lebih dari itu menyemangati dan menginspirasi semua orang untuk bisa bermimpi dan mewujudkan mimpi-mimpinya! ( Relawan Dunia, Seri Rumah Dunia, Jakarta 2011 )

Ya, aku seperti bangun dari mimpi panjang. Sejak lama aku ingin mempunyai komunitas buku, namun rasanya Tuhan belum memberikan jalannya yang terang. Tetapi membaca kalimat itu, bersinggungan dg Rumah Dunia ( yang ku baca lewat buku ) yang di dirikan oleh penulis Gol A Gong dan istrinya Tias Tatanka di kampung Ciloang, Serang, Banten, spiritku tiba-tiba meluap. Satu hal yang aku tangkap, mimpi boleh besar. Tetapi tanpa bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya, fokus, konsisten dan ikhlas mengerjakannya, mimpi hanya sekedar mimpi bunga tidur saja.

Gol A Gong dan Tias adalah salah satu sosok perubahan itu. Mereka menyodorkan dengan tepat apa yang seharusnya di dapatkan generasi muda, tetapi tergerus kejamnya dunia. BUKU !! Ibarat orang yang kelaparan, Gol A Gong menyuguhkan sepiring nasi hangat, lengkap dengan sambal, tempe goreng dan es teh. Sederhana dan tidak neko-neko, tetapi mampu menyentuh jiwa siapa saja yang haus ilmu. Disitulah letak legowo-nya. Perjalanan Rumah dunia yang aku intip lewat buku " Relawan Dunia" mengajarkan keikhlasan yang tanpa batas. Bersama berproses, bertumbuh, berkembang tanpa pamrih. Belajar mengembangkan diri dengan penuh optimisme lewat buku - buku, kegiatan, sharing, diskusi, pementasan dan kegiatan lainnya. Semua itu GRATIS !!

Sungguh aku malu. Masih sering aku bertanya mengapa dan bagaimana tentang hidupku, mimpiku dan tujuanku. Namun aku masih sj duduk disini, pada zona nyaman dn tidak bergerak. Lebih banyak mengeluh daripada bertindak. Sementara di Rumah Dunia semua bergerak dinamis, entah lamban atau cepat, mereka terus berproses.

Mau berkenalan lebih dekat dg Rumah Dunia, bersinggungan dg kegiatan-kegiatannya, menemukan inspirasinya, ini link-nya : 

Jadi masih takut untuk bermimpi, kawan ? Let's share u're dream, coloured with love....

Monday, June 10, 2013

Cerpen

KICAU GALAU, 
HATI YANG GALAU


       Aku melihatnya, duduk termenung di bawah pohon akasia itu. Sesekali angin meriakkan poninya. Dia tak peduli. Pun ketika ada daun yang jatuh, serbuk bunga akasia nangkring manis di kepalanya dia tetap pada posisinya. Tak bergeming. Menekuri sebuah buku yang anehnya sejak dari 10 menit lalu tidak pindah halaman.

           Sesekali ia menarik nafas. Menghembuskan pelan-pelan. Lagi - lagi aku hanya menduga-duga, mungkin ia sedang dirundung masalah. Putus cinta mungkin ?? Terlalu dini untuk menilainya. Ah, bisa jadi masalah dengan orang tua. Perselisihan atas sesuatu hal, biasa to terjadi dalam sebuah keluarga ? Barangkali orang tuanya mau cerai, hmmmm. Atau bisa jadi konflik dengan teman, cinta segitiga mungkin. Upsss !! Fikiranku malah ngelantur tak terkendali.

          Baiklah sodara, kita kembali ke laptop. Eh, ke gadis berlesung pipit, bermata bundar bagai bola bekel yang sedang duduk menekuri buku yang tidak pindah halamannya. Sekarang 15 menit berlalu. Jangan-jangan sodara-sodara tidak tau bola bekel ? He he he, itu loh... bola dalam permainan anak2 putri tempo dulu, jika dilentingkan akan mental, terpantul-pantul. Jika masih belum bisa membayangkan wujudnya, yah maklum. Mungkin anda memang tidak hidup pada jaman primitif seperti saya dulu. Meski begitu, saya bahagia menjadi anak Indonesia di jaman itu dengan aneka ragam permainan nusantar. Gobak Sodor, bola bekel, jamuran, engkleng ( yg ini saya tidak tahu bahasa indonesianya ), dakon, wayang batang daun ketela dll.

        Stop !!!
      Sudah terlalu jauh aku mengigau tak jelas. Ya, kusimpulkan bahwa gadis berlesung pipit, bermata bulat bak bola bekel itu sedang galau. Sebentar matanya nanar menatap lalu lalang bus yang lewat. Tidak jauh dari taman tempat ia duduk memang halte bus. Segerombolan siswa berseragam abu putih melintas. Tertawa cekikikan, seperti tidak mempunya beban saja. 

     Gadis itu mendongak, menatap langit yang hari itu biru, tanpa sepotong awan-pun melintas. Langit benar-benar bersih. Langit yang jarang ditemukan pada bulan Januari, bulan di musim penghujan. Tetapi hari ini langit menunjukkan betapa Maha Kuasanya sang Pencipta Jagat Raya. Langit bersih, menghamparkan permadani biru sepanjang mata memandang. Paman Matahari juga menunjukkan kasih lembutnya. Biasanya jam 3 sore itu masih bersinar garang, tp lihatlah hari ini sinarnya lembut menyentuh pucuk-pucuk akasia, membelai bunga2 mawar yg kelopaknya sudah mulai berguguran. Lebah cantik itu tak jadi menghisap sarinya, mungkin memang sudah tiada sari madunya.

   Aku ingin sekali mendekatinya. Duduk didekatnya. Hanya sekedar menemani. Mungkin mendengarkan sedikit kisahnya. Jika memang beban itu ada, bisa sedikit dibagi dan aku siap untuk menjadi pendengar setia. Mungkin aku tak bisa memberikan solusi yang tepat, tetapi dengan ada orang yang mau mendengarkan masalah kita bukankah itu sudah mengurangi separo beban. Sayangnya kakiku tidak sejalan dengan keinginanku. Aku masih terpaku disini, bersandar pada pagar besi pembatas taman dengan jalan raya. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Bagaimana ia menggigit bibirnya yang ranum. Mengusir semut yang mulai nakal, merangkak pada kaki jenjangnya. Menghela halus butiran - butiran serbuk sari bunga akasia yang mulai memenuhi kepalanya. Mengibaskannya dengan anggun, tak kalah dengan gaya Dian Sastro yang model dan bintang film itu.

     Hei, bukankah wajahnya memang mirip sekali dengan Dian Sastro, dilihat dari sudut mana-pun. Postur tubuhnya dan kesemuanya. Jangan - jangan itu kloningnya, hikkkzzz.

     Tiga puluh menit berlalu. Semua masih seprti semula. Dia, gadis bermata bulat bola bekel itu masih duduk di bangku panjang warna cokelat itu, memegang buka yang tak berpindah halaman, sebentar memandang langit biru, sebentar bergeser ke kanan dn ke kiri dengan resah. Entah sudah yang keberapa kali ia menengok jam perak di pergelangan tangannya, atau melirik handpone androit birunya. Dan aku juga masih menjadi patung yang kerjaannya menduga-duga apa gerangan yang ada di hati gadis itu. Apakah masalahnya sehingga mata bola bekelnya redup dan kadang-kadang berembun meski tidak sampai merinai. Ingin sekali kusodorkan tisyu atau sapu tangan dn menghalau mendung itu dari wajahnya yang ayu. Mengajaknya ngobrol, bercanda supaya pelangi makin berwarna. Namun keberanian itu tak pernah muncul.

       " Diaaaaaaaaaaaaaaannnnn  "
     Suara Cempreng itu sontak mengagetkan-ku, juga gadis mata bola bekel itu. Reflek mataku berputar kearah suara itu. Gadis modis dengan celana pendek itu keluar dari mobil, menenteng sebuah tas yang disandang di pundaknya. Ada yang bergerak-gerak dari dalam tas itu.

       Gadis bermata bola bekel yang ternyata bernama Dian ( apakah ini kebetulan atau Tuhan sengaja memberiku kejutan-kejutan padaku ) itu langsung mendekap mulutnya. Berdiri terpaku saat si Cempreng sudah berdiri dihadapannya, membuka tas yang disandangnya. Mengeluarkan seekor makhluk lucu yang kukira boneka, tetapi ternyata....

    " Aiiihhhhhhh.... dapat darimana ... ?? " Mata bulat Dian semakin membulat. Wajahnya cerah, memberikan pemandangan eksotik yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Siluet dari matahari sore membuat ini semua seperti adegan di film2 romantis.

     " Gue nyampek ke Bandung gara2 nyariin ini buat ultah loe... "
     " Tengkyuu Nina. U're is my best friend. Mmuaacch... !!

      Nina yang mendapatkan cipika-cipiki ( ciuman pipi kiri, pipi kanan .. ciuman khas persahabatan )  nyengir kuda sambil mengusap-usap pipinya. Dian saking gembiranya sampai nyosor kelewatan. Aku tanpa sadar ikut tersenyum. Diam-diam aku ambil handpone dan mengabadikan moment langka ini. Ah, kapan lagi. Mumpung rizky, bisa jadi inspirasi untuk tulisanku nanti, pikirku.

    Sodara pasti penasaran apa yang membuat Dian begitu gembira. Baiklah, mari kita teruskan ceritanya supaya endingnya enak.

" Kelinci ini dikasih nama siapa ya... ?? eh ne cewek apa cowok ya?? " Dian nyerocos terus sambil tak henti menimang, memeluk dan mencium si playboy Kelinci.
" Kasih nama Sastro saja. Dia cowok kok. Pas kan ? " sahut Nina asal. " Dian & Sastro !! Ha ha ha .... "

* ( Sham Shui Po, 10 Juni 2013, edisi Galau _ end )