Dari HOBY Menjadi HOKI
***
( MY PROJECT )
Aku menyukai kerajinan sejak dari dulu. Tetapi tidak pernah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan. Lebih tepatnya tidak menemukan salurannya. Baru ketika di Hong Kong aku bertemu dengan mbak Ruby dan mulailah aku belajar membuat manik - manik. Awalnya sanagt sulit, maklum aku bukan tipe orang yang telaten. Tetapi cinta ( panggilan mesra untuk suamiku ) selalu menyemangatiku.
" Belajarlah sampai tuntas, neng. Jangan setengah - setengah. Karena tidak akan ada gunanya. Hanya buang waktu dan tenaga tanpa hasil " pesan cintaku.
Bismillah, aku bertekad bahwa aku bisa dan tak akan menyerah sebelum memenangkan pertandingan. Sejak itu, aku seperti menemukan oase yang selama ini kucari. Ini pula yang aku ajukan sebagai project akhir dari kelas PER BATCH2 ( bersamaan dengan lounching Pondok Buku 61, Library & Shoop book's ). Hobi yang sedikit mengalihkan rasa rinduku yang membiru kepada orang - orang yang kucintai ( suami dan anak ). Hobi yang menyelamatkanku dari kesulitan ekonomi akibat musibah yang datang silih berganti. Hobi yang akhirnya membawaku berkenalan kepada program "Mandiri Sahabatku", bertemu UCDE ( Universitas Ciputra Distance Education ) dan belajar Entreprenurship.
Project ini aku beri label " KINARYA PERNAK - PERNIK "
Menyediakan segala macam acessoris, bros, souvenier, tas tali kur, buku - buku kerajinan, peralatan ketrampilan, workshop ketrampilan dengan harga yang menarik baik eceran atau grosir.
Dalam project ini, diwajibkan untuk tes pasar dan bikin video yang diletakkan pada toko online. Pada tugas tes pasar, aku tidak mengalami kesulitan karena sebagian product aku buat sendiri dan sudah berjalan 1 tahun lebih. Aku melayani baik eceran atau grosir. Tentu ada harga grosir yang menarik, sehingga para reseller juga mendapatkan untung. Dan sejauh ini jarang yang komplain tentang productku karena sebelum ada transaksi sudah ada guaranted--nya. Yaitu, barang yang tidak disukai, rusak atau cacat bisa ditukar. Dengan demikian customer dan reseller merasa aman. Namun demikian bukan berarti tidak ada masalah. Seringkali mendapat order dari Indonesia, tapi sayang belum bisa memenuhi karena kendala harga dn ongkir yang mahal. Masalah lain datang dari bahan baku yang stocknya habis, kadang malah tidak ada. Tak jarang harus import dari Indonesia.
Make a video yang harus di unggah di Youtube dan toko online..... Upppss, bikin senewen.... !!!!
Permasalahane aku gaptek tingkat kabupaten, hiikkz... Kemudian aku salah lihat postingan di Edmodo. Perasaan batas akhir turn in tgl 30 April, so akunya agak santai. Kebetulan order bros dan buku meningkat, ditambah dengan persiapan lounching Pondok Buku 61. Apalagi nenek dari Cina datang, maka repot banget. Eh, ternyata batas akhir turn in tgl 24 April ( alasane banyak ya... he he he ). Dengan waktu yang sudah kadaluarsa, kondisi badan yang drop akhirnya tugas selesai pada tgl 30 April tepat jam 4.30 pagi. Alhamdulillah... !! Meski belum sempurna tapi garapan sendiri, dengan segenap kegaptekannku akhirnya tugas turn in juga meski terlambat. Terima kasih atas toleransi waktunya, Pak Nur. Entah dapat nilai berapa, itu tidak lagi penting bagiku. Yang terpenting aku berusaha semaksimal mungkin dan mengaplikasikan langsung ilmu yang kudapat.
Untuk semua kawan-kawan yang membantuku, Sang Angin, mb Ina ( reseler terlamaku ), jeng Danik ( partner setiaku dalam suka dan duka ), my reseller, customer, karena kalian aku bisa berkarya.... Tengkyuu !!
Dari HOBY menjadi HOKI..... ?? Why not.... ??
Aku menyukai kerajinan sejak dari dulu. Tetapi tidak pernah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan. Lebih tepatnya tidak menemukan salurannya. Baru ketika di Hong Kong aku bertemu dengan mbak Ruby dan mulailah aku belajar membuat manik - manik. Awalnya sanagt sulit, maklum aku bukan tipe orang yang telaten. Tetapi cinta ( panggilan mesra untuk suamiku ) selalu menyemangatiku.
" Belajarlah sampai tuntas, neng. Jangan setengah - setengah. Karena tidak akan ada gunanya. Hanya buang waktu dan tenaga tanpa hasil " pesan cintaku.
Bismillah, aku bertekad bahwa aku bisa dan tak akan menyerah sebelum memenangkan pertandingan. Sejak itu, aku seperti menemukan oase yang selama ini kucari. Ini pula yang aku ajukan sebagai project akhir dari kelas PER BATCH2 ( bersamaan dengan lounching Pondok Buku 61, Library & Shoop book's ). Hobi yang sedikit mengalihkan rasa rinduku yang membiru kepada orang - orang yang kucintai ( suami dan anak ). Hobi yang menyelamatkanku dari kesulitan ekonomi akibat musibah yang datang silih berganti. Hobi yang akhirnya membawaku berkenalan kepada program "Mandiri Sahabatku", bertemu UCDE ( Universitas Ciputra Distance Education ) dan belajar Entreprenurship.
Project ini aku beri label " KINARYA PERNAK - PERNIK "
Menyediakan segala macam acessoris, bros, souvenier, tas tali kur, buku - buku kerajinan, peralatan ketrampilan, workshop ketrampilan dengan harga yang menarik baik eceran atau grosir.
Dalam project ini, diwajibkan untuk tes pasar dan bikin video yang diletakkan pada toko online. Pada tugas tes pasar, aku tidak mengalami kesulitan karena sebagian product aku buat sendiri dan sudah berjalan 1 tahun lebih. Aku melayani baik eceran atau grosir. Tentu ada harga grosir yang menarik, sehingga para reseller juga mendapatkan untung. Dan sejauh ini jarang yang komplain tentang productku karena sebelum ada transaksi sudah ada guaranted--nya. Yaitu, barang yang tidak disukai, rusak atau cacat bisa ditukar. Dengan demikian customer dan reseller merasa aman. Namun demikian bukan berarti tidak ada masalah. Seringkali mendapat order dari Indonesia, tapi sayang belum bisa memenuhi karena kendala harga dn ongkir yang mahal. Masalah lain datang dari bahan baku yang stocknya habis, kadang malah tidak ada. Tak jarang harus import dari Indonesia.
Make a video yang harus di unggah di Youtube dan toko online..... Upppss, bikin senewen.... !!!!
Permasalahane aku gaptek tingkat kabupaten, hiikkz... Kemudian aku salah lihat postingan di Edmodo. Perasaan batas akhir turn in tgl 30 April, so akunya agak santai. Kebetulan order bros dan buku meningkat, ditambah dengan persiapan lounching Pondok Buku 61. Apalagi nenek dari Cina datang, maka repot banget. Eh, ternyata batas akhir turn in tgl 24 April ( alasane banyak ya... he he he ). Dengan waktu yang sudah kadaluarsa, kondisi badan yang drop akhirnya tugas selesai pada tgl 30 April tepat jam 4.30 pagi. Alhamdulillah... !! Meski belum sempurna tapi garapan sendiri, dengan segenap kegaptekannku akhirnya tugas turn in juga meski terlambat. Terima kasih atas toleransi waktunya, Pak Nur. Entah dapat nilai berapa, itu tidak lagi penting bagiku. Yang terpenting aku berusaha semaksimal mungkin dan mengaplikasikan langsung ilmu yang kudapat.
Untuk semua kawan-kawan yang membantuku, Sang Angin, mb Ina ( reseler terlamaku ), jeng Danik ( partner setiaku dalam suka dan duka ), my reseller, customer, karena kalian aku bisa berkarya.... Tengkyuu !!
Dari HOBY menjadi HOKI..... ?? Why not.... ??
| My product |
| Product siap meluncur di pasaran |
| Buku kerajinan |
| Wokshop ketrampilan |

No comments:
Post a Comment