REFLECTION
By
Pipit Dwi Ernawati
Belajar hal - hal baru itu sangat menyenangkan. Bertemu dengan kawan baru, beradaptasi kemudian berdiskusi, itulah yang terjadi diawal kelas. Karena lewat dumay kebanyakan satu dengan lainnya tidak saling kenal. Tentu saja sulit menyatukan pendapat dari kepala berbeda, dengan latar pengetahuan yang berbeda pula. PER mengajariku untuk lebih bisa menghargai pendapat orang lain, berbagi support, saling mengisi dan menerima. I'm love'nt !!. Melihat sekeliling dg sudut pandang yang berbeda dan ternyata ada peluang dimana-mana.
Aku cuma nyengir dan garuk - garuk kepala menanggapi dosenku yang penuh semangat ini. But, inilah yang dinamakaan proses. Untuk menemukan usaha yang pas dengan hatiku butuh proses berganti-ganti sampai akhirnya aku yakin, inilah yang aku mau. Dengan menerapkan boothstrap ( cara hemat, cermat & efisien dalam mencapai suatu keinginan ) membuat masalah demi masalah yang kuhadapi mendapatkan solusinya. Dulu, setiap ada masalah apapun bentuknya aku selalu hopless duluan. Kemudian membiarkan masalah itu terbengkalai tanpa penyelesaian yang pasti. Alhamdulillah, pola pikirku menjadi terbuka sekarang. Masalah bukan untuk dihindari, tetapi dalam setiap masalah yang ada yang mampu kita pecahkan, disitulah kunci jalan keluar.
Pada saat aku memutuskan bahwa project-ku adalah Kinarya Pernak - Pernik ( bidang ketrampilan yang berdasarkan hobi, aku geluti selama di Hong Kong 2 th terakhir ini ), pada saat yang sama aku terjerembab pada cinta lamaku, buku. Dengan beberapa teman se-visi berdirilah Pondok Buku 61 yang resmi lounching tanggal 21 April 2013 ( bertepatan dengan hari Kartini, esoknya hari bumi dan esoknya lagi hari buku ) dengan Entreprenurship sebagai garis tepinya. Apakah ini membuatku bermasalah pada usaha pernak-pernikku ? Tidak !! Karena aku menyukai keduanya, aku rela menghabiskan waktu untuk memikirkan keduanya. Keduanya saling berkaitan satu sama lain menjadi partner istimewa yang tak terpisahkan. Its my passion. Aku menemukannya tidak instan, tetapi melalui proses dan berganti -ganti ide.
Masalah terbesar dalam proses pembelajaran ini adalah kegaptekanku yang lumayan parah. Ya, karena semua proses pembelajaran menggunakan fasilitas internet, sementara aku buta sama sekali soal internet. Hanya bisa facebook saja, parah kan ?? Jadilah aku harus pontang-panting disela pekerjaan & tugas negara. Sementara kegiatan dihari libur juga cukup padat. So, aku harus belajar lebih keras, bertanya lebih banyak kepada teman-teman yang sudah pandai agar tidak ketinggalan. Cukup keteteran dn yang pasti mengurangi jatah istirahatku di malam hari. Noena, Crista, Rivani, adalah orang-orang yang selalu kukejar jika aku menemui kesulitan dalam akses internet dan perangkatnya. Ini yang paling tidak pernah aku lupakan. Dari sini pula sudut pandangku terhadap fungsi internet berubah 180 derajat. Ternyat dunia ada didepan mata hanya dg meng-klik yang ga sampai sedetik ( jika jaringan internet lancar loh ).
Membuat toko online dan video untuk promosi toko online adalah tugas paling berat untukku, berkaitan dengan kegaptekanku yang tingkat payah. Alhamdulillah, toko online bisa aku selesaikan selama 2 hari 2 malam, lembur. Tetapi pada tugas Video yang harus di unggah di youtube dan toko online, aku stress !! Aku hampir menyerah dan bilang, ini diluar kapasitasku. Bukan kemampuanku. Tetapi pak Nur Agustinus dengan kesabarannya terus menyemangatiku.
" Jangan mudah merasa hopeless.. kehilangan harapan dan merasa tak
berdaya... ayo tetap coba dibuat jika waktunya sudah memungkinkan.
Jangan menyerah ya... saya yakin Pipiet bisa, jadi cuma masalah kendala
waktu. Tak apa terlambat tapi tetap dikerjakan ya... submit/turn in
tugasnya ketika sudah menyelesaikannya... Semua ini adalah proses jadi
jangan putus asa ketika terlambat. Coba dikejar ya... ( Copas dari inbok pak Nur )
Ya, ini terjadi karena aku salah lihat batas terakhir turn in tugas Video. Hal yang selama ini tidak pernah terjadi padaku ( meskipun turn in-nya selalu dibatas akhir, he he.. ). Padahal aku belum mengerjakan, tepatnya tidak tahu dari mana mulainya. Sementara liburku jarang, aktivitas Pondok Buku 61 yang kurintis grafiknya naik. Sehingga konsentrasiku tersedot pada Pondok Buku 61. Akhirnya, dalam keadaan yang drop ( efect kurang tidur ) tugas Video bisa kuselesaikan dengan susah payah. Pada tahap editing kukerjakan pada tgl 30 mei malam sampai jam 4.30 dinihari. Upppffttt.... !! Memang jauh dari sempurna, tetapi yang lebih penting adalah pembelajaran didalamnya. Aku mematahkan lagi kata tidak bisa, menjadi ternyata tidak sulit kok. Inilah hasilnya, toko Onlineku bisa diakses kinaryapernakpernik.miiduu.com dan video online bisa dibuka http://www.youtube.com/watch?v=g9xifBhlfzw&feature=share. Like, like, like ya....
Pembelajaran ini akan segera berakhir, tetapi tidak di hatiku. Justru ini awal dari segalanya. Memang tugas-tugasku jauh dari sempurna, kadang tidak seperti yang kuinginkan, tetapi paling tidak aku menjadi tau apa yg harus aku lakukan untuk hidupku kedepan.... Aku terus belajar dan berproses ini akan membawaku pada impianku " rumah kelinci, rumah baca, rumah kreatif dan rumah kuliner di satu lokasi ". Kedengarannya gila ya... he he... Masih jauh dan panjang perjalanannya dan aku sudah memulainya dari titik ini. Orang lain bisa, dia bisa, aku juga bisa !!!
Terima kasih untuk kesempatan yang indah ini, bisa belajar dengan sepenuh hati. Para dosen UCEC yang membimbing kami dengan tidak mengenal waktu, pak Nur Agustinus, pak Teddy, bu Poedjiati, terima kasih. Rivani, mentorku yang cantik, yang selalu aku teror dengan segala tanya tentang gaptekku. Kejora my groups, Sang Angin, Yumiko dan mb Wien, kita akan bersinar seperti bintang kejora suatu hari. My Classmate B, dan seluruh peserta PER BATCH2 Indonesia, Malaysia, Hong Kong dan Korea, terima kasih untuk sharing-sharingnya. Terus nyalakan api entreprenuer di dalam dada, jd sumbu semangat pada kerasnya kehidupan. Jangan menyerah kalah sebelum berperang, jatuh bangkit lagi, bangkit lagi.... We can do it !! Lebih dari yang kita bayangkan.
Its my Reflection, SALAM ENTREPRENUER..... !!!
Pipit Dwi Ernawati
" Entreprenuer bukan hanya berdagang, tetapi merupakan jiwa yang menyatu dalam setiap aliran nafas, denyutan nadi dan menjadi roh yang hidup sebagai motor spirit ( AKU ) ".
Tidak terasa PER Batch2 akan segera berakhir. Apa yang sudah kau dapatkan kawan... ??
| Peserta dan mentor PER BATCH2 |
Sudut pandangku terhadap banyk hal juga berubah. Sekarang jika berjalan kemana saja, selalu kamera disaku, jepret sana-sini untuk bahan inspirasi. Mengamati dan menganalisa secara tidak sadar menjadi kebiasaanku. Aku mematahkan kata imposible pada diriku sendiri. Dengan berusaha sedikit lebih keras, out of the box, nothing imposible in the world. Seperti juga Entreprenuer, bukan hanyan milik satu golongan tertentu, bukan karena keturunan tetapi entreprenuer bisa dipelajari dengan sungguh-sungguh. Teori Evektuasi dari Saraswati aku resapi betul dan gali lebih dalam. " Dari apa yang ada, yang aku bisa, yang ada disekitar, optimalkan". Itulah kunci menuju peluang usaha yang akhirnya terbaca dengan sendirinya. Harta karun yang selama ini sering kita lupakan. Bisa jadi ada pada diri kita sendiri, sekeliling kita. Harta karun itu bisa disebut hobi, keahlian, ketrampilan, kecakapan dll.
Pada awalnya aku merasa mantap dan yakin dengan pilihan usahaku. Kemudian menjadi berubah-rubah tidak jelas arahnya. Dalam setiap diskusi, Pak Teddy sering berteriak " udah, fokus aja satu dulu. Klo di ubah - ubah terus ga bakal nemu titiknya. Jadi pengusaha itu ga gampang, tapi juga ga susah banget. Pake ilmu, pake strategi, ga asal hantam kromo saja".
| Kinarya Pernak-Pernik |
Pada saat aku memutuskan bahwa project-ku adalah Kinarya Pernak - Pernik ( bidang ketrampilan yang berdasarkan hobi, aku geluti selama di Hong Kong 2 th terakhir ini ), pada saat yang sama aku terjerembab pada cinta lamaku, buku. Dengan beberapa teman se-visi berdirilah Pondok Buku 61 yang resmi lounching tanggal 21 April 2013 ( bertepatan dengan hari Kartini, esoknya hari bumi dan esoknya lagi hari buku ) dengan Entreprenurship sebagai garis tepinya. Apakah ini membuatku bermasalah pada usaha pernak-pernikku ? Tidak !! Karena aku menyukai keduanya, aku rela menghabiskan waktu untuk memikirkan keduanya. Keduanya saling berkaitan satu sama lain menjadi partner istimewa yang tak terpisahkan. Its my passion. Aku menemukannya tidak instan, tetapi melalui proses dan berganti -ganti ide.
Masalah terbesar dalam proses pembelajaran ini adalah kegaptekanku yang lumayan parah. Ya, karena semua proses pembelajaran menggunakan fasilitas internet, sementara aku buta sama sekali soal internet. Hanya bisa facebook saja, parah kan ?? Jadilah aku harus pontang-panting disela pekerjaan & tugas negara. Sementara kegiatan dihari libur juga cukup padat. So, aku harus belajar lebih keras, bertanya lebih banyak kepada teman-teman yang sudah pandai agar tidak ketinggalan. Cukup keteteran dn yang pasti mengurangi jatah istirahatku di malam hari. Noena, Crista, Rivani, adalah orang-orang yang selalu kukejar jika aku menemui kesulitan dalam akses internet dan perangkatnya. Ini yang paling tidak pernah aku lupakan. Dari sini pula sudut pandangku terhadap fungsi internet berubah 180 derajat. Ternyat dunia ada didepan mata hanya dg meng-klik yang ga sampai sedetik ( jika jaringan internet lancar loh ).
Membuat toko online dan video untuk promosi toko online adalah tugas paling berat untukku, berkaitan dengan kegaptekanku yang tingkat payah. Alhamdulillah, toko online bisa aku selesaikan selama 2 hari 2 malam, lembur. Tetapi pada tugas Video yang harus di unggah di youtube dan toko online, aku stress !! Aku hampir menyerah dan bilang, ini diluar kapasitasku. Bukan kemampuanku. Tetapi pak Nur Agustinus dengan kesabarannya terus menyemangatiku.
| Belajar komputer rame-rame |
Ya, ini terjadi karena aku salah lihat batas terakhir turn in tugas Video. Hal yang selama ini tidak pernah terjadi padaku ( meskipun turn in-nya selalu dibatas akhir, he he.. ). Padahal aku belum mengerjakan, tepatnya tidak tahu dari mana mulainya. Sementara liburku jarang, aktivitas Pondok Buku 61 yang kurintis grafiknya naik. Sehingga konsentrasiku tersedot pada Pondok Buku 61. Akhirnya, dalam keadaan yang drop ( efect kurang tidur ) tugas Video bisa kuselesaikan dengan susah payah. Pada tahap editing kukerjakan pada tgl 30 mei malam sampai jam 4.30 dinihari. Upppffttt.... !! Memang jauh dari sempurna, tetapi yang lebih penting adalah pembelajaran didalamnya. Aku mematahkan lagi kata tidak bisa, menjadi ternyata tidak sulit kok. Inilah hasilnya, toko Onlineku bisa diakses kinaryapernakpernik.miiduu.com dan video online bisa dibuka http://www.youtube.com/watch?v=g9xifBhlfzw&feature=share. Like, like, like ya....
Pembelajaran ini akan segera berakhir, tetapi tidak di hatiku. Justru ini awal dari segalanya. Memang tugas-tugasku jauh dari sempurna, kadang tidak seperti yang kuinginkan, tetapi paling tidak aku menjadi tau apa yg harus aku lakukan untuk hidupku kedepan.... Aku terus belajar dan berproses ini akan membawaku pada impianku " rumah kelinci, rumah baca, rumah kreatif dan rumah kuliner di satu lokasi ". Kedengarannya gila ya... he he... Masih jauh dan panjang perjalanannya dan aku sudah memulainya dari titik ini. Orang lain bisa, dia bisa, aku juga bisa !!!
Terima kasih untuk kesempatan yang indah ini, bisa belajar dengan sepenuh hati. Para dosen UCEC yang membimbing kami dengan tidak mengenal waktu, pak Nur Agustinus, pak Teddy, bu Poedjiati, terima kasih. Rivani, mentorku yang cantik, yang selalu aku teror dengan segala tanya tentang gaptekku. Kejora my groups, Sang Angin, Yumiko dan mb Wien, kita akan bersinar seperti bintang kejora suatu hari. My Classmate B, dan seluruh peserta PER BATCH2 Indonesia, Malaysia, Hong Kong dan Korea, terima kasih untuk sharing-sharingnya. Terus nyalakan api entreprenuer di dalam dada, jd sumbu semangat pada kerasnya kehidupan. Jangan menyerah kalah sebelum berperang, jatuh bangkit lagi, bangkit lagi.... We can do it !! Lebih dari yang kita bayangkan.
Its my Reflection, SALAM ENTREPRENUER..... !!!
| Buku-buku motivasi, by Pondok Buku 61 |
| Belajar bersama ketrampilan |
| Customer Pondok Buku 61 |


No comments:
Post a Comment