Friday, February 1, 2013

JR # 4

LOKASI  MENENTUKAN  STRATEGI



             Tidak terasa, kelas sudah masuk minggu ke-4. Ada banyak perubahan mindset yang saya rasakan. Belajar detail ( meskipun masih ga detail banget, karena pada dasare saya orange sembrono...he he he he.... ), semakin lirak-lirik setiap kali berjalan, mencoba menganalisa dan membayangkan jika saya yang mempunyai usaha tersebut. Bertanya - tanya dalam hati, kenapa disini sepi sementara disana ramai. Padahal dari segala sudut saya merasa tidak jauh beda ( lokasi, item, dekorasi dll ). 

           Sampai pada materi lokasi kok semakin menarik ya. Jujur ada beberapa ide yang terus berputar - putar dan menggoda dikepala saya. Membayangkan nanti jika pulang bisa mengeksekusinya. Tetapi Pak Teddy ( dosen wali ) selalu menyarankan untuk fokus pada satu bidang saja. Selalu dan berulang - ulang. Kembali menganalisa diri sendiri dengan teori evektuasi, apa yang saya punya, sumber daya apa, ketrampilan, networking, teman dan komunitas. Mengukur kemampuan dengan berbagai kemungkinan, rasanya semakin mengasyikkan. Apalagi mengenal SWOT ( strenght, weakneses, opportunity dan treahts ). Sebenarnya rumus itu tidak asing lagi, sudah disampaikan pada kelas Mandiri Sahabatku Lanjutan tahun lalu. Tapi karena saya murid tidak rajin ( maklum liburnya tidak pasti, jadi bolos - bolos ) maka masuknya ke otak juga setengah - setengah.


Toko Sepatu


                 Saya ingin membahas soal lokasi dan analisa SWOT terhadap toko sepatu diatas. Ada yang membuat saya tidak habis fikir. Toko sepatu ini berada pada lokasi yang strategis, di pinggir jalan raya yang merupakan kawasan pertokoan pusat grosir.  Trafic orang sudah pasti ramai. Aksesnya mudah karena di pinggir jalan dan tidak jauh dari stasiun kereta. Berada pada monopoli area dimana tiak ada kompetitor disekitarnya. Area sekitarnya adalah toko grosir baju. Dari sudut dekorasi sangat mencolok. Display barang juga tertata apik. Bukankah ini menjadi strenght / kekuatan dari toko sepatu itu ??

               Saya hampir tidak mendapati weaknesses ( kelemahan ) dan threats ( ancaman ) terhadap toko ini. Selain harga yang tinggi. Harga sepatu diatas $ 200 / pasang, harga yang biasa ada di butik, mall atau toko sepatu branded semacam Nike. Tidak adanya kompetitor bukankah seharusnya menjadikan opportunities / peluang dari toko sepatu tersebut ??


Kawasan toko sekitar


Satu -satunya toko sepatu di kawasan ini.



Toko sepatu ini baru 1 bulan buka sudah cap lap / bangkrut dan harus membanting harga dengan obral. bagaimana menurut kawan - kawan ? Jika anda pada posisi pemilik toko, kiat apa yang harus ditempuh oleh pemilik untuk survive ? Tetap disitu atau harus pindah lokasi ? Ataukah harus rela dan merugi dengan menjual sepatu dengan harga murah ??

Yuuk share dan diskusi......


2 comments:

  1. Lokasi bukan segalanya, dan memang lokasi menentukan kesuksesan suatu toko. Letak strategis tidak selalu berarti di pinggir jalan dan banyak orang berlalu-lalang. Sebab yang penting adalah siapa yang berlalu lalang di sana? Jika mereka tergesa-gesa ke tempat kerja, ke pasar untuk belanja sayuran, mereka tidak akan berhenti di toko sepatu (toko yang bukan menjual apa yang sedang mereka butuhkan).
    Kedua ada hubungannya dengan branding. Sepatu dengan harga butik seharusnya ya dijual dengan cara dan perlakuan butik. Misalnya toko sepatu ini supaya tidak cap lak, dapat mengadakan events dengan mengundang artis dan mengadakan show, bisa di toko sendiri atau bila tidak memungkinkan dapat menyewa tempat di mall. Pada saat show dapat mengundang prospect untuk mencoba sepatunya.
    Branding harga tinggi tidak saja bagus tapi harus unik. Ya, tidak ada kompetitor di suatu lokasi jarang menguntungkan, sebab itu bisa disebabkan orang lain sudah menganalisa SWOT lokasi tersebut dan memutuskan bukan tempat yang cocok. Kembali ke orang-orang yang berlalu lalang tadi, karena di sekitar sana tidak ada toko sepatu lain, kebayang tidak jika orang ingin membeli sepatu akan pergi ke area itu? Tentu tidak. Toko tunggal juga mengirimkan pesan monopoli yang tidak disukai pembeli. Hei, tidak ada pilihan? Oh, kecuali hak sepatu patah pas di depan toko tunggal ini, saya akan masuk.
    Khusus toko sepatu yang Pipiet amati yang sekarang sudah cap lak, hah tim gai? Sekarang jaman internet, jadi selain sering mengadakan fashion show, ia dapat membina hubungan dengan customer dan menjadikan mereka customer fanatik, mereka dapat pesan online dan dikirim ke rumah/kantor, bayar kredit. Tentunya pada saat fashion show buat record ukuran kaki pengunjung, walaupun pada saat itu tidak membeli dan beritahu mereka dapat membeli kapan saja tanpa khawatir ukuran tidak cocok. Nah, cara ini selain branding, customer relation juga meminimalkan faktor lokasi.
    Mudah-mudahan bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih untuk sharingnya bu Julia... jadi bisa melihat dr sudut yang lain...

    ReplyDelete