Sunday, January 13, 2013

CERITA MINI


MINI  DILAMAR...........????


Umur 26 tahun.
Pada saat umur segitu dan belum menikah, pertanyaan apa yang paling menyebalkan......???

" Anakmu sudah berapa ? "

Laah.....!! Jangankan anak, menikah saja belum. Punya pacar juga tidak. Menyebalkan bukan ? Itu juga yang di rasakan Mini, gadis manis berlesung pipit yang senyumnya bikin emprit  menjerit- jerit. Entah berapa puluh kali emak menanyakan perihal jodoh Mini yang tidak kunjung datang.

" Apa sih, nduk yang kamu cari. Itu lihat si Siti anaknya sudah 2 dan sekarang katanya sudah nyidam lagi " kali ini Emak berkata dengan mrengut. 

 Mini yang asyiek  membaca majalah di di amben teras belakang, di samping pintu dapur hanya berdehem - dehem. Mini paling senang duduk di situ, ditemani angin sepoi dari beberapa pohon mangga di kebun belakang rumahnya. Ada aroma melati menguar di udara. Tak jauh dari tempat Mini memang ada sederet melati yang di jadikan pagar hidup sekaligus penghasilan tambahan untuk Emak. Sekeliling rumah Mini  memang di penuhi melati untuk diambil bunganya. Tiap pagi emak mengambil kuncupnya kemudian di jual ke Bu Dewi sebagai pengepul melati sekaligus tukang rias temanten. Lumayan untuk menambah uang dapur Emak. Tiap hari bisa dapat 2 - 3 kg melati segar. Harga bunga melati kuncup segar Rp. 20.000,- / kg dan jika musim manten bisa sampai Rp. 30.000,- / kg. Bahkan pernah sampai Rp. 60.000,-/kg jika permintaan tinggi sementara stock tidak ada. Biasanya pada masa itu bunga melati susah berbunga.

" Mak malu Min.... Masak anak Emak yang ayu di bilang tidak laku " suara Emak kali ini lebih rendah.
" Kenyataannya kan memang begitu, Mak. Belum ada jodoh, mau apalagi " sahut Mini pelan seolah bergumam untuk dirinya sendiri.
" Mosok tidak ada yang nyantol satupun di hatimu,nduk ? Temanmu laki - laki kan banyak to...???

Mini tidak menjawab. Sementara Emak masih gemreneng sendirian sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyesak setiap kali Emak mengungkit masalah jodoh. Bukan Mini tidak mau, banyak lelaki yang mencoba meraih hatinya tetapi Mini belum merasa sreg di hati. Bukan harta, status, jabatan atau keelokan rupa yang Mini cari. Entahlah, Mini merasa memang belum ada yang terasa nyaman dihatinya.

                                                                         *****

Pagi ini Mini berjanji akan bertemu dengan Yani, teman SMP Mini yang kini sudah sukses menjadi bisnis women di kota. Yani pulang ke kampung dalam rangka syukuran bapaknya yang baru pulang dari naik haji. Bapak Yani berangkat haji juga atas biaya dari Yani. Kadang Mini iri dengan kehidupan dan nasib baik Yani. Padahal kalau dipikir, Yani dulu waktu SMP biasa saja. Bahkan sering minta diajari PR sama Mini. tetapi sekarang lihat, apa yang kurang dari Yani. Semua hal sudah dimilikinya. Cantik, kaya, pintar, sukses,  sudah bersuami dan punya anak. Di banding dengan Mini yang hanya guru SD, wooouw.... !!! Bagai langit dengan bumi jalan hidup Mini dan Yani.

Yani datang menjemput Mini di rumah tepat ketika Mini telah siap. Mobil Avanza merah itu seolah mewakili kelas Yani sebagai pengusaha wanita yang sukses dan pas dengan pembawaannya yang blak-blak-an. Jauh berbeda dengan Yani yang dulu, pemalu dan posesif.

" Sudah siap bu guru ? " Kata Yani sambil melirik arloji perak dengan merk ternama. Dasar pengusaha, batin Mini. The time is money !!
" Sudah, bu " jawab Mini dengan senyum manis. " Sebentar saya pamit sama Emak"

Tak lama Mini masuk kedalam rumah dan keluar lagi bersama Emak. Buru - buru Yani menyalami Emak.

" Apa kabar, mak ?? Sehat njieh....?? "
" Alhamdulillah, sehat dan waras. Ini mau kemana toh...?? Aduuh, maaf... Emak kok jadi lancang, he he he he...." Emak malah terkekeh - kekeh. Merasa lucu dengan perkatannya sendiri.
" Mau nyariin jodoh buat bu guru,Mak " seloroh Yani sambil melirik Mini. Yang dilirik langsung mendelik.
" Yo wis,kebeneran. Buruan berangkat. Nanti jodohe dicaplok macan loh " Ujar Emak tak mau kalah.
" Hutan kaliiiii..... Ada macan " Mini brsungut - sungut, sementara Yani ngakak dan Emak terkekeh - kekeh. Ada gurat bahagia dalam tawa Emak. Hati Mini miris. Mini tau, Emak sudah sangat ingin melihat Mini bersanding mesra di pelaminan. Mini jadi ingat sebuah lagu kasidah dan itu membuat Mini tersenyum sendiri, meski dalam hati saja.

Duhai senangnya pengantin baru.....
Duduk bersanding bersenda gurau.....
Bagaikan raja dan permaisuri.....
Tersenyum simpul bagaikan bidadari.....
Duhai senangnya, menjadi penganten baru......

                                                                  ******

Mobil Avanza merah milik Yani berhenti di warung lesehan. Terpampang poster besar di halaman dengan warna yang mencolok. Warna merah, kuning dan hitam mendominasi, mewakili warna lapar. Warung Lesehan " The Joglo", menyediakan ayam panggang, ayam bakar, ayam penyet, ikan bakar, tempe bakar dengan sambal mentah "mak nyoss". Mini tersenyum dalam hati. Poster yang menarik. Tulisan sambel mentah 'mak nyoss' di tulis dengan huruf besar dan lebih menonjol. Pasti ada yang menarik dengan sambalnya. Hmmmmm......

Belum selesai Mini menganalisa dalam hati, Yani sudah menarik lengannya. Setengah menyeret Mini untuk segera masuk ke dalam rumah berbentuk joglo dengan ruangan terbuka tanpa dinding. Sama seperti rumah Joglo pada masa lampau. Sepertinya pemilik warung lesehan mempertahankan bentuk dan arsitektur aslinya. Wangi cendana myeruak harum, membuat badan dan fikiran rileks seketika. Untuk hal satu ini, Mini langsung acung jempol buat pemilik lesehan.

" Gimana, bu...." tanya Yani sambil menyeruput lemon tea-nya.
" Keren....!! Ajieb makanannya. Asyiek tempat dan suasana " jawab Mini jujur.
" Ini tempat paling aku suka jika galau melanda ".
Mini melirik sekilas pada Yani. Mencoba mencari celah dalam mata bening Yani. Adakah sesuatu yang membuat galau Yani itu terlihat disana ? Tapi Mini tak mampu mencernanya. Mini diam, menunggu Yani melanjutnya kalimatnya. Mungkin sebuah curhat kepada sahabat....??
" Tapi sekarang tidak sedang galau kan, bu.....?? " canda Mini memecah keheningan.
" Sedikit ".
" Kok...?? ".
" Aku galau karena kamu masih juga belum menemukan jodoh. Aku sudah mau dua ne, bu " ujar Yani sewajarnya sambil menunjuk perutnya.
" Masak...?? sudah berapa bulan...?? Selamat ya,bu.....!! " jawab Mini beruntun dan surprise.
" Masuk bulan ke-3 "

Obrolan 2 sahabat lama itu mengalir seperti air. Kadang cepat, kadang lambat. Terkadang ada tawa, kadang ada airmata haru jika sudah bercerita hal - hal yang mengharukan. Menelusuri satu per satu teman - teman di masa lalu. Mulai dari masa kecil yang culun, remaja yang konyol sampai pada kisah percintaan yang romansa bahkan yang gila.  Masa boleh saja berganti. Warna baju boleh tidak sama. status sosial bisa saja berbeda. Tetapi persahabatan akan terus langgeng selama hayat dikandung badan. Oh indahnya persahabatan......!!!

Sampai di ujung cerita......

" Bu, maukah engkau jadi penyiar radio di SWARA Fm.....?? "
" Radio terkenal itu, bu ....?? " tanya Mini tak percaya.
" Aku tahu kamu punya talenta disitu. Radio itu punya saudara suamiku. Jika kamu mau, masukkan CV-mu dan langsung  bisa masuk. Aku rekomended " jelas Yani panjang lebar.
" Segampang itu.....?? " Mini masih tak percaya.

SWARA FM adalah radio ternama di kota Jogja. Tidak sembarang orang bisa masuk apalagi jadi penyiar disana. Mimpi saja Mini tidak pernah, walaupun ingin banget.
" Karena aku tahu kapasitasmu dan kamu mampu. Mau tidak....?? "
" Jika menurutmu aku mmampu. Siap grakk......!! "
" Wkkkkwkwkwkwkk..... Kau tidak pernah berubah,bu... Masih penuh semangat seperti dahulu "
" Mini teaaakkkk....... wkwkwkwkwkw......"
Yani dan Mini tergelak dalam canda. Sekali lagi, oh indahnya persahabatan.....

                                                                   *******


"Maaaaakkkkkk........... !!!! "
Baru sampai pintu depan, Mini sudah teriak pake full volume. Emak yang sedang melipat baju, tergopoh - gopoh menuju pintu disertai raut penuh tanda tanya.

" Ada apa to, nduk....?? Anak gadis teriak - teriak, ga elok  loh....." songsong Emak masih dengan raut bingung.

Mini yang sedang gembira langsung menubruk Emak. Nyosor pipi Emak yang sudah mulai keriput karena usia. Mmmmmmuaaaccchhhh.....!!! Mini menciumi Emak berkali - kali, membuat Emak makin bingung.
" Kesambet opo kamu cah ayu....?? "
" Mini dilamar, Maaakkkk....."
" Di lamar.......??? Beneran.....?? " mata Emak sampai membulat karena tidak percaya. Mini mengangguk mantap.
" Iya, Mak.... Mini di lamar... tapi ceritanya besok saja ya... Mini mau sholat terus da beberapa hal yang harus Mini kerjakan. Jangan ganggu Mini ya... Oh, ya... Minj sudah makan, jadi Emak tidak usah khawatir " Mini nyerocos saja seperti mobil yang baru di isi bensin. Kemudian berlalu begitu saja, meninggalkan emak yang berdiri seperti patung karena bingung.  Begitu Emak bisa mencerna kalimat - kalimat Mini, langsung terucap syukur dari mulut Emak. Airmata bahagia menetes pelan tanpa bisa dicegah oleh Emak.
" Syukur Alhamdulillah duh Gusti Kang Maha Agung " puji syukur Emak tak henti.


Kokok ayam masih bersahutan. Kabut tipis masih melayang - layang menyisakan hawa dingin yang semriwing. Embun masih menempel di daun - daun dan Subuh baru saja berlalu. Tapi Emak sudah sibuk di dapur. Mini yang mau sholat subuh jadi merasa heran. Biasanya Emak habis solat subuh nderes ngaji dahulu. Lah ini kok sudah sibuk di dapur. Ada beras yang sudah direndam kunyit. Ada ayam jago yang di kurung di sudut dapur.

" Da apa ini, Emak.... ?? " tanya Mini tak habis fikir.
" Emak mau bikin nasi kuning buat syukuran " jawab Emak sambil menanak beras yang sudah di rendam kunyit ke dalam rice cooker.
" Dalam rangka apa.... ??"
" Syukuran untuk kamu, nduk "
" Kok untuk Mini..... ?? "
" Lah kamu kan mau di lamar. Ya wajib disyukuri to. Emang seneng sekali loh...!! Siapa to cah bagus yang beruntung itu, ayo cerita sama Emak " kata Emak sumringah.
" Loh, siapa yang dilamar siapa.... ?? " Mini masih tidak nyambung omongan emak.
" Kamu sendiri semalam yang bilang. Katane kamu dilamar....." Emak menekankan kalimatnya.

Mini langsung tepuk jidat 12 kali.

" MahsyaAllah... Mini dilamar jadi penyiar radio,Emak. Bukan dilamar cowok "
" Whaaattttt's.......??? "

Gubraaaaaaakkkkkkkssss......!!!!
Emak sukses pingsan di pagi hari, setelah waktu subuh, senyampang kabut tipis masih melayang - layang, bersama embun yang masih menempel di dedaunan dan sebelum matahari memancarkan sinarnya ( bersambung ).



4 comments:

  1. mb Isti, terima kasih.... ini cerpen terbaik yg pernah sy buat ( menurutku ) krn sampi finish.... xixixixixi... biasanya cm mentok g pernah finish.... he he he

    ReplyDelete
  2. yu Rie, iyeesss.... Masih belajar dn terus perbaikan... ( maaf koment-nya telat )...

    ReplyDelete