TOP POT BAKERY
Dua hari yang lalu, 11 Juni 2013 toko roti ini resmi di dirikan, Top Pot Bakery namanya. Sehari sebelum di resmikan toko sudah dibuka, pre-opening. Awalnya aku tidak tertarik karena kupikir sama seperti toko roti pada umumnya, namun melihat brosurnya keren ehmmm boleh juga. Lumayan untuk koleksi. Hobby baruku, mengkoleksi brosur2 cantik, hiiikkkzz.... Suatu hari pasti bermanfaat, siapa tau bisa menginspirasi, itu saja pikirku.
Pas hari pembukaan, barulah aku merasa toko roti ini kayaknya berbeda tetapi aku belum menemukan letak bedanya dengan toko roti yang lain. Berderet-deret karangan bunga berjajar sepanjang jalan, belum lagi yang di dalam toko penuh sesak sampai diatas rak. Maka akupun lebur dalam euforia pembukaan, jepret sana - jepret sini. Karangan bunga itu sungguh sayang dilewatkan untuk difoto dengan kamera olympusku.
Hari berikutnya saya jadi penasaran. Kok toko ini rame banget ya. Orang keluar masuk seperti laron. Akhirnya aku sama sailo ( sebutan anak majikanku yang kecil, asuhanku ) memberanikan masuk ke dalam. Ternyata toko roti ini memang berbeda dari kebanyakan toko roti yang pernah kulihat di Hong Kong. Ada rak terbuka dari kayu tanpa kaca berjajar mengelilingi ruangan. Di rak ini berjejer manis aneka fong pao ( roti tawar - red ) dan semacamnya yang sudah di kemas plastik terbuka. Kenapa harus terbuka plastiknya ? Karena semua roti di toko ini san sin alias masih baru. Jadi masih ada uap panasnya di dinding plastik. Di bagian tengah toko terdapat meja segi empat besar dan terbuka. Jadi ketika orang mau beli harus berkeliling meja itu seperti mengantri. Yang unik, pada setiap roti yang ada ada taster-nya. Kebanyakan orang Hong Kong memang begini jika bisnis kuliner.
Pada sore harinya aku sempatkan mampir lagi bersama si Koko (sebutan untuk anak asuhku yang besar-red) yang penasaran dikarenakan sailo cerita penuh semangat pas menjemputnya pulang sekolah. Ternyata secara berkala roti yang keluar berbeda rasa dan penampilan meski bentuknya sama.
Yang membuatku agak heran, biasanya meja kasir ada di depan dekat pintu keluar. Tapi ini malah dibelakang dekat dengan pintu dapur roti yang dibuat setengah terbuka. Sepertinya disengaja supaya orang bisa melihat secara langsung proses pembuatan roti dan kesibukan kokinya. Yang terlintas dibenakkua, toko ini menerapkan sistem kepercayaan kepada konsumennya. Jadi inget sama MADRE, buku karya Dee yang juga mengulas tentang usaha roti / bakery. Mungkin seperti ini kali ya...
Lebih kaget melihat harga roti yang tidak biasa. Aku harus bilang wouuwww... !!! Harga sepotong roti paling murah $ 20, harga roti tawar saja $ 32. Cukup fantastis untuk harga sepotong roti. Apalagi kawasan itu bukan kawasan elit, pusat perbelanjaan atau mall. Toko itu ada di pinggir jalan besar, dr MTR Prince Edward exit C1 kekiri, tapat disamping Mc Donald, toko obat dan toko biasa lainnya. Meski begitu yang antri masih terus menyemut dan tidak pernah sepi. Setelah aku icip-icip dari tester yang memang disedikan, baru aku tahu kenapa orang-orang itu rela merogoh koceknya lebih dalam untuk sepotong roti yang mahal?. Rasanya memang beda, nendang !. Rasa yeast-nya kerasa dan pas bgt. Terasa lembut di mulut. Beda dengan roti - roti pada umumnya. Cenhai hou-hou sek ( benar - benar enak- red ), kata Sailo. Aku tidak ahli dlm bidang roti dan pastry, tapi dari buku-buku yang kubaca mungkin inilah roti-nya para none-none Belanda.
Penasaran... ?? Silahkan datang sendiri untuk yang domisili di Hong Kong... Sekali lagi tempatnya di Prince Edward, MTR exit C1 ke kiri, samping Mc Donald. Semoga bermanfaat dan menambah inspirasi usaha...
Salam Entreprenuer !!!
Pas hari pembukaan, barulah aku merasa toko roti ini kayaknya berbeda tetapi aku belum menemukan letak bedanya dengan toko roti yang lain. Berderet-deret karangan bunga berjajar sepanjang jalan, belum lagi yang di dalam toko penuh sesak sampai diatas rak. Maka akupun lebur dalam euforia pembukaan, jepret sana - jepret sini. Karangan bunga itu sungguh sayang dilewatkan untuk difoto dengan kamera olympusku.
| Top Pot Bakery |
Pada sore harinya aku sempatkan mampir lagi bersama si Koko (sebutan untuk anak asuhku yang besar-red) yang penasaran dikarenakan sailo cerita penuh semangat pas menjemputnya pulang sekolah. Ternyata secara berkala roti yang keluar berbeda rasa dan penampilan meski bentuknya sama.
Yang membuatku agak heran, biasanya meja kasir ada di depan dekat pintu keluar. Tapi ini malah dibelakang dekat dengan pintu dapur roti yang dibuat setengah terbuka. Sepertinya disengaja supaya orang bisa melihat secara langsung proses pembuatan roti dan kesibukan kokinya. Yang terlintas dibenakkua, toko ini menerapkan sistem kepercayaan kepada konsumennya. Jadi inget sama MADRE, buku karya Dee yang juga mengulas tentang usaha roti / bakery. Mungkin seperti ini kali ya...
| Antrian di meja tengah |
Penasaran... ?? Silahkan datang sendiri untuk yang domisili di Hong Kong... Sekali lagi tempatnya di Prince Edward, MTR exit C1 ke kiri, samping Mc Donald. Semoga bermanfaat dan menambah inspirasi usaha...
Salam Entreprenuer !!!
| katalog harga ( Mahal !! ) |
| Sailo action di acara peresmian |
kereeen...mb pipiet, top sesuai banget dengan yang kumau heehe...bakery yeeeah....!!!
ReplyDeleteu're welcome.... semoga bermanfaat... yeeehhh....!!! ( mengikuti gayamu )
ReplyDelete