TRUE STORY : MY BOSS
Aku tidak tahu nama lengkapnya. Biasa di panggil Mas Arie. Dia
pemilik stasiun radio komunitas di Magetan, RWG FM, tempat aku siaran pada masa
itu. Bukan radionya yang pingin aku bagi ceritanya kepadamu, kawan.
Tetapi jalan hidupnya, keuletannya, dan kemauannya yang keras dalam
menjalani kehidupan disamping kekurangan yang dia miliki. Semangatnya
yang tak pernah padam, mengantarkan kesuksesan di usianya yang baru 30 th. Sukses untuk ukuran orang kampung untuk pemuda yang penuh semangat.
Mas Arie lahir dari keluarga biasa saja. Ibunya buka warung di pasar Gorang - Gareng, Magetan dan Bapaknya membantu usaha di warung itu juga. Ketika SD kelas 6 ( jika saya tidak salah ) Mas Arie kecelakaan, terseret lory / kereta tebu sehingga Mas Arie harus rela kehilangan salah satu kakinya. Kaki kanan Mas Arie harus di amputasi samapi lutut. Bayangkan.....!! Apa yang ada di benak anda jika punya kondisi seperti ini. Hopless....!! Putus asa....?? Ya. Begitu pula mas Arie. Hari-harinya menjadi kelabu dan suram. Maka tumbuhlah Mas Arie menjadi seorang yang pendiam. Tetapi di balik diamnya itu, Mas Arie menengelamkan dirinya pada dunia yang disukainya, elektronik. Mas Arie sangat suka utak-atik elektronik. Tangannya tidak pernah mau diam. Mas Arie tidak patah semangat atas apa yang menimpanya. Hari - hari sulit itu dilaluinya dg sabar. Percaya bahwa takdir Tuhan yang terbaik untuknya.
Masa terus berjalan. Waktu bergulir sebagaimana mestinya. Mas Arie semakin gila dengan dunia Elektroniknya. Semua hal dipelajari secara otodidak. Dimulai dari radio Brik-Brikan ( ini bener tidak tulisane ) akhirnya pelan-pelan Mas Arie bisa membangun studio radio mini. Perangkatnya sederhana dan manual semuanya. Jika ada request lagu harus bolak-balik edit kaset atau CD sampe ruwet dn kusut. Lama-kelamaan kemudian mulai bertambah perangkatnya menjadi modern dan tidak kalah dengan radio swasta di seputaran Magetan, Madiun, Ponorogo. Tau darimana dananya.....?? Dari hasil Mas Arie reparasi berbagai elektronik yang memang menjadi hoby-nya. Dan semua itu dia dapat bukan lewat jalur sekolah. Tapi Otodidak. Dari otak - atik secara terus menerus tanpa lelah, tanpa mengeluh.
Cacat bukan halangan untuk terus berkarya.
Ketika saya masuk dan siaran disana th 2006, RWG FM sudah menjadi salah satu radio lokal yang cukup ternama di wilayah Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Tidak cukup hanya itu. Mas Arie terus mengembangkan sayapnya. Warnet pun berdiri. Persewaan sound sistem dan peralatan orkes dangdut juga dijabani. Video shooting untuk acara-acara formal dan pernikahan / hajatan juga ada. Sekali lagi, semua itu dari kantongnya sendiri. Dari Keringatnya sendiri tanpa bantuan dari pihak manapun.
Diusianya yang sekarang 30 th,untuk ukuran orang kampung yang tidak makan bangku kuliah ( sekolah cuma sampai STM ) Mas Arie sudah cukup sukses. Punya mobil, bbrp usaha spt yang sudah saya sebut di atas.
Naahh.....utk sahabat yang kangen dengan suasana radio di kampung halaman bisa dengerin via streamingnya di http:/
Boss, u're my inspiration !! Thank's sdh pernah jadi bagian RWG FM.... Semoga makin jaya di udara. Ciaayooooo.... !!!

Wah bos cipruttt kondang
ReplyDelete