Sunday, October 20, 2013

CURHAT

SOMETHING NEW,
Kenapa Tidak?




*Causeway Bay, 20 Oktober 2013

Liburku masih sama seperti libur-libur sebelumnya, menjadi loper buku. Mengantarkan buku-buku ke berbagai penjuru kota yang ada di Hong Kong. Tidak ada yang menyenangkan selain melihat senyum mereka ( costumer ) dan berkata, "ini buku yang saya cari mbak, untuk bekal sebelum pulang kampung nanti". Atau, "saya punya lahan tiba-tiba pingin mengembangkan sayuran organik, peternakan, jadi ibu rumah tangga yang smart". Kemudian mengalirlah obrolan kami, tentang rencana, mimpi dan harapan sepulang dari Hong Kong nanti. Berbagai cerita tak terduga kutemukan disini, ketika ngobrol dengan mereka. Alhamdulillah, BMI Hong Kong masa kini semakin open minded, menyadari betul bahwa membaca dan membeli buku itu sudah menjadi budaya yang tak susah dilakukan. Hong Kong memberikan kemudahan akan akses informasi yang jarang bisa didapat saat di kampung dengan himpitan ekonomi dan sekolah itu mahal! Dan, seringkali hal ini membuatku lupa makan saat kejar tayang dihari libur. Eh, tau-tau waktu sudah merambat sore. Oh, sungguh waktu berlalu begitu cepat.

Pada awalnya terasa berat sekali harus menyeret koper kesana kemari, tetapi lambat laun menjadi biasa dan aku mulai menikmatinya. Pepatah jawa bilang, "sing obah yo mamah" artinya siapa yang bergerak yang mendapatkan hasil terasa begitu pas maknanya.

Back to laptop...
Mas Dinar memberikan materi
At something New!

Minggu ini aku ikut workshop kepenulisan sekaligus perekrutan anggota baru FLP Hong Kong. Acara yang didukung full BRI Hong Kong, di gedung Ramayana KJRI bersama Dinar Apriayanto, penulis buku Black Berry dan Belajar Cepat berlangsung antusias, kocak dan haru. Keinginan menjadi penulis itu sudah sejak lama terpendam. Sejak masih sekolah menengah umum ( SMU ) aku suka sekali korespondensi atau berkirim surat dengan kawan hampir di seluruh nusantara, menulis cerpen yang tak pernah bisa rampung endingnya, ha ha ha... Entah kenapa aku tak mampu mengembangkan tulisan-tulisan itu. Hanya jadi cerita yang tak berending, selalu seperti itu. Dan belakangan ini aku merasa keinginan menulis itu begitu meledak-ledak dalam dadaku.

Kata mas Dinar Apriyanto yang kocak, jika ingin menjadi penulis sukses itu harus mempunyai 3 kuncinya :

1.  VISION  
Tulisan itu tujuannya apa? Buat siapa ? dan untuk apa? Alasan-alasan itu yang membuat tulisan kita punya arah dan tujuan yang jelas. Tujuannya supaya bermanfaat bagi orang lain, sebagai dokumentasi literalisasi, menjadi terkenal dengan menjadi penulis dan banyak tujuan lainnya kenapa kita menulis.

2.  MOTIVASION 
Motivasi atau semangat menulis kita bagaimana? Supaya terkenal? Menyalurkan hobby? Ikut teman karena teman sukses menjadi penulis atau apa?.

3.  ACTION
Jika kedua kunci diatas sudah ditemukan, do it! In action! Tanpa itu imposibble tulisannya akan jadi atau sukses. Bisa jadi malah memenuhi tong sampah akibat tulisan yang ga jadi-jadi, he he he...

Okeeyy...
Tak ada seseuatu yang tak bisa dimulai. Mungkin lebih lambat dari teman kita, tetapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali dan cukup puas di bangku penonton saja?. 

So, kembali aku berjanji pada diriku sendiri, yang harus aku lakukan untuk menjadi orang yang sukses adalah terus belajar, memperbaiki diri dan wawasan guna meraih prestasi terbaik dalam hidupku, menuju impian mulia, aamiien!

Bismillah tawakkalu 'ala Allah...



Bersama Pengurus FLP Hong Kong


Diantara Konjen RI Hong Kong

No comments:

Post a Comment