MANAJEMEN KEUANGAN
Kesibukan yang makin padat, tidak konsisten pada jadwal membuat Jurnal mingguan-ku keteter. Padahal pembelajaran MER Batch 1 UCEO, Surabaya sudah memasuki minggu ke-8. Huffttt..!
So, aku lupa sedang terjadi apa di minggu ke-5. Yang jelas materi manajemen keuangan itu penting banget. Saya garis bawahi karena memang membutuhkan perhatian extra. Dengan membuat perencanaan keuangan maka kita bisa melihat perkembangan usaha kita, mengalami kerugian-kah atau sebalikya untung.
Apakah perencanaan keuangan itu?
Perencanaan keuangan adalah pencatatan-pencatan yang dilakukan baik pemasukan, pengeluaran yang mana harus dipisahkan dengan keuangan pribadi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana laju usaha kita. Dengan pencatatan secara sistematis maka akan diketahui apakah usaha kita berkembang, maju, mendapatkan laba atau malah rugi. Sehingga bisa ditindaklanjuti jika terjadi kebocoran keuangan bahkan kerugian, dan segera mencari jalan keluarnya.
Hal yang harus disiapkan ketika membuka usaha berkenaan dengan manajemen keuangan adalah:
1. Menyiapkan Bugjet / modal.
Apakah perencanaan keuangan itu?
Perencanaan keuangan adalah pencatatan-pencatan yang dilakukan baik pemasukan, pengeluaran yang mana harus dipisahkan dengan keuangan pribadi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana laju usaha kita. Dengan pencatatan secara sistematis maka akan diketahui apakah usaha kita berkembang, maju, mendapatkan laba atau malah rugi. Sehingga bisa ditindaklanjuti jika terjadi kebocoran keuangan bahkan kerugian, dan segera mencari jalan keluarnya.
Hal yang harus disiapkan ketika membuka usaha berkenaan dengan manajemen keuangan adalah:
1. Menyiapkan Bugjet / modal.
Menyiapkan bugjet berarti menganggarkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama 1 tahun ke depan. Dengan membuat catatan biaya kita akan tahu sebanyak apakah modal yang kita perlukan, berapa jangka waktunya, target-terget yang ingin dicapai dst.
Dalam menyiapkan bugjet ada 2 hal yang harus diperhatikan :
Dalam menyiapkan bugjet ada 2 hal yang harus diperhatikan :
- CAPEX ( Capital Expenditure ) adalah biaya-biaya yang di keluarkan untuk investasi. Contohnya investasi kendaraan, investasi gedung, tanah, rumah, saham dll.
- OPEX ( Operational Expenditure) adalah biaya-biaya yang di keluarkan untuk operasional usaha seperti komputer, printer, biaya listrik, biaya sewa dll.
2. Melakukan pencatatan.
Pencatatan ini harus disesuaikan posnya, penerimaan, pengeluaran dan biaya lain dicatat secara sistematis. Ini memudahkan kita untuk mengetahui laju keuangan usaha. Sekecil apapun pengeluaran atau pemasukan harus dicatat secara teliti. Disiplin dalam pencatatn akan memudahkan kita pada tahap pembukuan kas.
3. Menyiapkan Biaya lain.
Selain biaya-biaya rutin atau operasional harus disiapkan pula biaya-biaya lain seperti biaya tak terduga dan biaya penyusutan. Dengan membuat anggaran biaya penyusutan maka bisa dihitungkan laba atau keuntungan dalam kurun waktu tertentu.
4. Meningkatkan Laba
Beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan laba/pendapatan adalah :
- Menaikkan harga jual
- Mengurangi atau efisiensi pengeluaran
- Meningkatkan volume penjualan
Okeeyy, secara teori keliahatannya mudah. Tetapi pada kenyatannnya untuk disiplin pencatatan dibutuhkan komitmen yang tinggi dan perlu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mari mulai membiasakan untuk melakukan pencatatan dalam usaha, sekecil apapun usaha itu. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa bukan? Belajar untuk lebih baik, lebih disiplin dalam hal keuangan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Salam Entrepreneur!
2. Melakukan pencatatan.
Pencatatan ini harus disesuaikan posnya, penerimaan, pengeluaran dan biaya lain dicatat secara sistematis. Ini memudahkan kita untuk mengetahui laju keuangan usaha. Sekecil apapun pengeluaran atau pemasukan harus dicatat secara teliti. Disiplin dalam pencatatn akan memudahkan kita pada tahap pembukuan kas.
3. Menyiapkan Biaya lain.
Selain biaya-biaya rutin atau operasional harus disiapkan pula biaya-biaya lain seperti biaya tak terduga dan biaya penyusutan. Dengan membuat anggaran biaya penyusutan maka bisa dihitungkan laba atau keuntungan dalam kurun waktu tertentu.
4. Meningkatkan Laba
Beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan laba/pendapatan adalah :
- Menaikkan harga jual
- Mengurangi atau efisiensi pengeluaran
- Meningkatkan volume penjualan
Okeeyy, secara teori keliahatannya mudah. Tetapi pada kenyatannnya untuk disiplin pencatatan dibutuhkan komitmen yang tinggi dan perlu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mari mulai membiasakan untuk melakukan pencatatan dalam usaha, sekecil apapun usaha itu. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa bukan? Belajar untuk lebih baik, lebih disiplin dalam hal keuangan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Salam Entrepreneur!
No comments:
Post a Comment